Berita Itjen

Agent of Change (AoC) Kuat, Itjen Kemenkes Hebat

Agent of Change (AoC) Kuat, Itjen Kemenkes Hebat

Inspektorat Jenderal menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Manajerial Agent of Change (AoC) Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan dengan tema “Membangun Leadership dan Integritas Aparatur Pengawasan dalam Mengawal Tata Kelola Kementerian Kesehatan yang Baik dan Bersih”. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, 6-8 Desember 2019 di Hotel Luxton Cirebon. Acara dibuka oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal Heru Arnowo, dan dihadiri oleh para pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat struktural dan pejabat fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Yudhi Prayudha Ishak Djuarsa, Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan periode tahun 2010-2014 yang menyampaikan berbagai pengalaman dalam membangun integritas individu maupun organisasi. Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa yang dimaksud dengan Agent of Change (Agen Perubahan) adalah orang yang bertindak sebagai katalis, pemicu terjadinya sebuah perubahan dalam suatu organisasi, dan orang yang berpikiran masa depan, bukan saat ini. Kriteria agen perubahan menurut Yudhi Prayudha adalah kompeten, konsisten, kredibel, dapat dipercaya dan bersikap penuh simpati dan empati pada kelompoknya. “Agen perubahan harus berintegritas”, tambahnya.

Selanjutnya adalah paparan dari Kepala Biro Hukum dan Organisasi yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Sub Bagian Penataan Organisasi Shely Barina, menyampaikan tentang isu-isu penting yang sedang berkembang saat ini yaitu tentang penyederhanaan eselon III dan IV di lingkungan Kementerian Kesehatan

Pada hari ke-dua, Inspektur Jenderal Kemenkes Murti Utami, setelah melakukan penyerahan DIPA kepada para pejabat tinggi pratama di lingkungan Inspektorat Jenderal dan juga menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas, memberikan arahan dan juga motivasi kepada para Agent  of Change Inspektorat Jenderal dengan materi “Cerdas Menyesuaikan Diri terhadap Perubahan untuk Menciptakan Budaya Kerja Organisasi yang Mendapat Kepercayaan” . Irjen berpesan agar AoC Itjen harus menjunjung tinggi integritas. Irjen menyampaikan 9 (sembilan) atribut auditor internal yang dapat dipercaya yaitu: ketahanan moral/etika; fokus pada hasil; intellectually curious; berpandangan terbuka; komunikator yang dinamis; memiliki wawasan; pemimpin inspirasional; berpikir kritis; dan memiliki keahlian tehnis. Ketahanan moral/etika meliputi integritas, berani dalam menjalankan profesionalitas walaupun membahayakan diri sendiri, jujur, akuntabel (bertanggung jawab atas tindakan dan hasil yang dicapai), dan dapat dipercaya, yaitu membangun perilaku diri sehingga orang lain dapat mempercayai. (LY, GT)

Share this Post: