Berita Itjen

Ayo Jaga Diri dan Keluarga dari Gratifikasi

Ayo Jaga Diri dan Keluarga dari Gratifikasi

Dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2018, Dharma Wanita Persatuan dengan menyelenggarakan kegiatan seminar sehari dengan tema “Ayo Kita Jaga Diri dan Keluarga dari Gratifikasi”. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Auditorium Siwabessy, Gd. Prof. Sujudi dan dihadiri oleh pengurus dan anggota Persatuan Dharma Wanita Kementerian Kesehatan Pusat (19/4).

Kegiatan tersebut dibuka oleh ketua Dharma Wanita Kementerian Kesehatan dr. Lis Surachmiati Suseno, SpKK, dengan dihadiri oleh Ibu-Ibu Darma Wanita unit utama termasuk Darma Wanita Itjen, yang dipimpin Ibu dr. Dedet hidayati, Sp.A.

Dalam sambutannya ketua Dharma Wanita menyampaikan bahwa selain untuk memperingati Hari Kartini tahun 2018, tujuan kegiatan seminar ini adalah untuk mensosialisasikan lebih dalam tentang definisi dan contoh gratifikasi yang merupakan salah satu dari klasifikasi korupsi yang harus diwaspadai sebagai istri Aparatur Sipil Negara (ASN).

 

Hadir Sebagai narasumber yaitu Kepala Bagian Program dan Informasi Inspektorat Jenderal, drg. Mirna Putriantiwi, MQIH. Beliau memaparkan materi tentang Pengendalian Gratifikasi dalam Keluarga. Menurut asal katanya, korupsi berarti penyelewengan atau penyalahgunaan jabatan demi kepentingan pribadi atau orang lain, termasuk keluarga dan kerabat. Korupsi tidak hanya dalam bentuk uang. Hal - hal yang juga termasuk korupsi antara lain memakai fasilitas dinas untuk kepentingan pribadi, menggunakan jam kantor untuk mengerjakan hal pribadi, dan memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi. Klasifikasi korupsi antara lain: (1) merugikan keuangan negara; (2) suap; (3) gratifikasi; (4) penggelapan dalam jabatan; (5) pemerasan; (6) perbuatan curang; dan (7) konflik kepentingan.

Gratifikasi merupakan salah satu dari 7 (tujuh) klasifikasi korupsi tersebut. Menurut Permenkes 14 tahun 2014 pasal 1, gratifikasi adalah pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik yang berhubungan dengan jabatan atau kewenangan. Gratifikasi  yang  Dianggap  Suap  adalah  Gratifikasi  yang  diterima oleh Aparatur Kementerian Kesehatan yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban dan tugas penerima. Sedangkan Gratifikasi yang Tidak Dianggap Suap adalah Gratifikasi yang diterima oleh Aparatur Kementerian Kesehatan yang tidak berhubungan dengan jabatan dan tidak berlawanan dengan kewajiban dan tugas penerima.

Pada kesempatan yang sama beliau menerangkan bahwa sikap terbaik dalam menghadapi gratifikasi yaitu Tolak atau Terima dan Laporkan sesuai pada UU 30/2001 pasa 16. Diharapkan kedepannya melalui kegiatan seperti ini dapat terbentuk agen perempuan anti korupsi di lingkungan Kementerian Kesehatan. Dharma Wanita juga diharapkan memiliki program - program yang berdampak ganda bagi peningkatan kesejahteraan anggota keluarga dan masyarakat serta meningkatkan peran serta wanita dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial budaya dan politik. Jaga Diri dan Keluarga dari Korupsi.

 

Selain mendengarkan paparan mengenai gratifikasi, para peserta juga mendapatkan keempatan untuk memenangkan doorprise yang telah disiapkan oleh Itjen. Selain itu peserta diberikan kesempatan untuk dapat memeriksakan kesehatan di posko Tim UPK Kemenkes yang telah disediakan.

Kontributor: LG, JP

 

Share this Post: