Berita Itjen

Disiplin Protokol Kesehatan, Mampu Tekan Penyebaran COVID-19

Disiplin Protokol Kesehatan, Mampu Tekan Penyebaran COVID-19

Jakarta (04/09) Corona Virus Disease 2019 atau yang akrab disebut COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh   (SARS-CoV2), yang dapat menimbulkan gejala seperti demam, nyeri kepala, nyeri otot, gangguan penciuman, penurunan pengecapan, nyeri teggorokan, gangguan pernapasan, mual/muntah/nyeri perut, gejala lain sesuai organ yang terinfeksi.

Sejak WHO menyatakan pandemi atas virus tersebut, masyarakat mulai khawatir akan kehadirannya, terlebih saat ini pemerintah sudah menerapkan new normal bagi masyarakat yang ingin melakukan aktivitas dengan tetap harus melaksanakan protokol Kesehatan. Semenjak diberlakukannya New Normal, terdapat beberapa sektor yang menjadi tempat yang beresiko terjadi penularan COVID-19 akibat banyaknya kerumunan atau interaksi orang, salah satunya cluster perkantoran. Dengan ditetapkanya cluster perkantoran menjadi salah satu cluster penyebaran virus COVID-19, tentunya masing-masing perkantoran telah merepkan kebijakan yang dapat mengurangi penyebaran virus tersebut diantanya dengan selalu menerapkan protokol kesehatan pada saat bekerja.

Menurut data yang diturunkan Kemenkes per-tanggal 3 September 2020, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 184.268 Kasus dan 132.055 kasus dinyatakan sembuh.

Untuk mengurangi rasa kegelisahan pegawai Itjen atas penyebaran COVID-19 pada cluster perkantoran, Hari ini, Itjen Kemenkes mengadakan Sosialisasi Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 secara virtual yang diikuti oleh 140 peserta, dengan narasumber DR. Dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P. Sosialisasi ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Itjen kemenkes, Ibu drg. Rarit Gempari, MARS, QIA.

Dalam paparannya Beliau menjelaskan bahwa virus ini memiliki masa inkubasi di dalam tubuh 5-6 hari atau rentang terlama adalah 14 hari. Inkubasi adalah waktu yang dibutuhkan  sejak virus masuk ke tubuh, menginfeksi,  sampai timbul gejala. Cara penyebarannya pun sangat cepat yaitu secara langsung melalui Droplet (percikan secara langsung); Droplet Secara Tidak Langsung, yakni tumpah ke permukaan benda dan benda tersebut tersentuh tangan atau wajah (mata, hidung, dan mulut); dan secara Airborne, yang kemungkinan transmisi secara airborne  pada kondisi ruang tertutup dengan ventilasi yang kurang baik 

Dengan demikian yang harus kita lakukan guna mencegah penyebaran dapat dilakukan dengan dua cara yakni :

1. Mencegah penularan dengan meningkatkan daya tahan tubuh

2. Memperbaiki pola hidup sehat dalam bersosialisasi ditengah pandemi

3. Selau menerapkan protokol Kesehatan dimanapun kita berada.

Diharapkan dengan diadakannya sosialisasi ini mampu memberikan pengetahuan mendalam mengenai virus COVID-19 dan dapat menjadi acuan pegawai di lingkungan Itjen Kemenkes RI dalam berperilaku yang aman di masa pandemi ini. Selain dengan dilaksakannya sosialisasi ini, upaya itjen dalam pencegahan penyebaran COVID-19 di lingkungan Itjen adalah dengan membentuk satgas penanganan COVID-19 dan penyemprotan ruangan dengan disinfektan secara berkala (GT)

Share this Post: