Berita Itjen

drg. Oscar Primadi, MPH Dilantik Menjadi Inspektur Jenderal

drg. Oscar Primadi, MPH Dilantik Menjadi Inspektur Jenderal

Jakarta (19/2), Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) melantik 3 orang Pimpinan Tinggi Madya (Eselon I), 4 orang Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), dan 1 orang Staf Khusus Menteri di lingkungan Kementerian Kesehatan yang diselenggarakan di Ruang Auditorium Dr. J. Leimena, Gd. Dr. Adhyatma, MPH, Lt. 2 pada Hari Senin, 19 Februari 2018. Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari BKKBN, Badan POM dan Para Pimpinan Tinggi Kementerian Kesehatan.

Salah satu pejabat yang dilantik adalah Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan (drg. Oscar Primadi, MPH), yang sebelumnya bertugas sebagai Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan. Pelantikan tersebut disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Keseharan, dr. Untung Suseno Sutardjo, M.Kes dan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Bambang Wibowo, Sp.OG(K), MARS

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan menyampaikan bahwa proses pengisian jabatan pimpinan tinggi di lingkungan Kementerian Kesehatan dilaksanakan melalui proses mutasi ataupun rotasi dan seleksi terbuka sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 tahun 2015 tentang Aparatur Sipil Negara. Kepada para pimpinan tinggi madya yang baru saja dilantik diharapkan segera melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan para pimpinan tinggi pratama di unit masing-masing untuk menyamakan persepsi, penajaman-penajaman, menyerasikan gerak langkah agar pelaksanaan program kegiatan tahun 2018 dapat terlaksana dengan baik, efektif, efisien dan tertib.

        

Kepada Inspektur Jenderal yang baru saja dilantik, Menteri Kesehatan berpesan bahwa Inspektur Jenderal mempunyai peran strategis dalam menciptakan birokrasi yang bersih dan akuntabel. Peran tersebut akan dapat dijalankan apabila Itjen sebagai Aparat pengawas Intern Pemerintah (APIP) tidak hanya melaksanakan fungsi audit namun harus mampu memberikan asistensi yang memadai sebagai upaya preventif terhadap berbagai masalah di lingkungan Kementerian Kesehatan. Menteri Kesehatan meminta kepada Irjen yang baru saja dilantik agar tidak hanya mengawal WTP tapi harus mampu meningkatkan peran Inspektorat Jenderal sebagai pembina, katalisator dan jaminan kualitas mulai dari tahap perencanaan, pengorganisasian, dan pelaksanaan pengawasan terutama pengawasan terhadap segala bentuk penyimpangan atau KKN. Menteri Kesehatan mengharapkan tidak ada lagi pengaduan dari pihak manapun terkait dengan gratifikasi yang mengarah pada tindakan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Di akhir sambutannya Menteri Kesehatan menyampaikan bahwa pimpinan tinggi yang baru saja dilantik untuk selalu mengembangkan kemampuan diri baik aspek leadership, aspek manajerial, maupun teknis agar menjadi panutan terkemuka karena Kementerian Kesehatan memerlukan SDM yang handal, berkualitas, berintegritas. Para pimpinan tinggi yang baru saja dilantik memiliki kewajiban untuk menandatangani pakta integritas dihadapan unit masing-masing dan menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaran Negara (LHKPN) kepada KPK.

Berikut adalah daftar nama pejabat Eselon I, Eselon II, dan Staf Khusus Menteri yang dilantik pada kesempatan tersebut:

Pimpinan Tinggi Madya (Eselon I)

drg. Oscar Primadi, MPH sebagai Inspektur Jenderal;

dr. Anung Sugihantono, M.Kes sebagai Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit;

dr. H. M. Subuh, MPPM sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan;

Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II)

dr. Edi Sampurno, Sp.P.MM sebagai Direktur Utama RS Paru dr. H. A. Rotinsulu;

Drs. Syamsuri, MM, M.Ak sebagai Direktur Keuangan dan Administrasi Umum RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso;

dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor Zoonotik

drg. R. Vensya Sitohang, M.Epid sebagai Direkrur Surveilans dan Karantina Kesehatan

Staf Khusus

dr. Donald Pardede, MPPM sebagai Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan.

 

Kontributor: AF, AAB dan AR

Share this Post: