Berita Itjen

Executive Coaching Clinic Penanganan Media Oleh Itjen Kemenkes

Executive Coaching Clinic Penanganan Media  Oleh Itjen Kemenkes

Di era keterbukaan saat ini tidak menutup kemungkinan semua masyarakat termasuk media ingin segala informasi terkait kinerja pemerintah dapat ingin mereka ketahui. Banyak cara dilakukan untuk memperoleh informasi yang mereka butuhkan, salah satunya melakukan wawancara kepada narasumber yang dianggap kompeten dalam menjawab pertanyaan mereka.

Berdasarkan Peraturan Presiden No.7/2015 Tentang Organisasi Kementerian Negara, Inspektorat Jenderal diberikan mandat untuk menjalankan tugas pengendalian internal di Kementerian Indonesia dengan  mengembangkan kebijakan pengendalian teknis internal dan melaksanakan pengendalian internal terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, review, evaluasi, dan investigasi. Peran penting Itjen di setiap kementerian belum dikomunikasikan secara efektif dan benar-benar dipahami oleh khalayak internal maupun eksternal.

Oleh karena itu, peningkatan kemampuan komunikasi pejabat Itjen Kemenkes RI diperlukan sebagai bentuk sosialisasi atas program pengawasan yang telah dilakukan di Kemenkes dapat diketahui oleh publik

Untuk itu Itjen Kemenkes bersama USAID CEGAH bekerja sama dalam rangka peningkatan kapasitas komunikasi para pejabat eselon I dan eselon II Itjen mengadakan  Executive Coaching Clinic mengenai penanganan media. Hadir sebagai Narasumber, Staf Khusus Presiden RI, Johan Budi; Direktur Akademi Televisi Indonesia, Eduard Depari; dan  Managing Partner Royston Advisory, Reza A. Maulana.

Pada Executive Coaching Clinic tersebut Johan Budi sebagai Narasumber membagi pengalamannya menjadi Humas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga menjadi Staf Khusus Presiden RI saat ini, serta banyak memberikan input kepada para peserta.

Pada pelaihan tersebut Irjen, Oscar Primadi memaparkan mengenai posisi itjen yang memang jarang secara langsung kontak dengan masyarakat seperti diunit lainyang menangani program, namun hal tersebut bukan berarti menjadikan Itjen jauh dari masyarakat. Saat ini memang APIP telah mengalami pergeseran paradigma yang semula watch dog sekarang menjadi penjamin dan konsultan,. sehingga upaya-upaya komunikasi yang dilakukan secara baik dapat terjalin dan terjaga.

Setelah mendapatkan pencerahan dari narasumber, para peserta diberi kesempatan melakukan gladi wawancara yang didukung oleh jurnalis dari Lembaga Kantor Berita Antara dan Kompas, disini para peserta melakukan praktek wawawancara secara door stop dan hasilnya di reviu oleh para narasumber. (JP)

Share this Post: