Berita Itjen

Gerakan Nasional Sadar dan Tertib Arsip (GNSTA) di Lingkungan Inspektorat Jenderal Kemenkes

Gerakan Nasional Sadar dan Tertib Arsip (GNSTA) di Lingkungan Inspektorat Jenderal Kemenkes

Jakarta (19/2), Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, Peraturan Pemerintah Nomor Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, Peraturan Kepala ANRI Nomor 7 Tahun 2017 tentang Gerakan Nasional Sadar Arsip dan diperkuat dengan Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/231/2017 tentang Pengelolaan Kearsipan pada Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Teknis Pusat di Lingkungan Kementerian Kesehatan.

Kementerian Kesehatan melalui Biro Umum Sekretariat Jenderal melaksanakan road show ke setiap unit utama di lingkungan Kementerian Kesehatan dalam rangka mensukseskan Gerakan Nasional Sadar dan Tertib Arsip (GNSTA). Hari ini Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan mendapatkan giliran sosialisasi GNSTA langsung dari Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemenkes dr. Desak Made Wismarini, MKM., Sosialisasi dilaksanakan di ruang rapat 304 Inspektorat Jenderal Kemenkes yang dihadiri oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal, Inspektur I dan II dan para pejabat struktural eslon III dan IV serta para staf Jabatan Fungsional Arsiparis di lingkungan Itjen Kemenkes.

Kepala Biro Umum Setjen Kemenkes pada sosialisasi GNSTA di lingkungan Itjen Kemenkes menjelaskan kepada seluruh audiens/peserta rapat, bahwa salah satu tugas dan fungsi dari Biro Umum adalah sebagai Pembina Kearsipan di lingkungan Kementerian Kesehatan dalam paparannya beliau juga memberikan penjelasan tentang strategi apa yang harus dilakukan oleh masing-masing satuan kerja dalam keberhasilan menata kelola arsip agar dapat lebih tertib dan mudah untuk dicari kembali pada saat dibutuhkan. Beliau memaparkan bahwa ada 4 (empat) pilar pedoman yang harus dipelajari oleh masing-masing satuan kerja agar dapat melaksanakan tata tertib arsip yang berkualitas, yaitu: Permenkes Nomor 77 Tahun 2016 tentang Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip, Keptusan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/MENKES/377/2016 tentang Pola Klasifikasi Arsip dan Kode Unit Pengolah di Lingkungan Kementerian Kesehtan, Permenkes 14 tahun 2017 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Kementeria Kesehatan serta Draft Revisi Judul Retensi Arsip (JRA) yang sudah dikirim ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) untuk diminta persetujuan.

Dalam rangka mensukseskan GNSTA, jajaran pimpinan Inspektorat Jenderal Kemenkes bersama para Pejabat Eselon I lainnya dan Menteri Kesehatan RI berperan serta dengan ikut menandatangani komitmen Pencanangan GNSTA di lingkungan Kementerian Kesehatan pada tanggal 5 Mei 2017 di gedung siwabessy yang disaksikan langsung oleh Kepala ANRI, DR. Mustari Irawan, MPA.,

Salah satu bukti keseriusan bahwa seluruh jajaran di Kementerian Kesehatan mendukung penuh program GNSTA, saat ini Kementerian Kesehatan telah memiliki Records Center yang berlokasi di Jl. Percetakan Negara dengan luas area 60 M X 15 M, gedung records center tersebut baru diresmikan oleh Menteri Kesehatan pada tanggal 12 Januari 2018 dengan didampingi langsung oleh Kepala ANRI.

Kementerian Kesehatan menjadi salah satu K/L yang sudah dilakukan audit kearsipan oleh auditor eksternal dari ANRI tentang tata kelola kearsipan, kegiatan audit ini dilakukan pada tanggal 26 s.d 29 Juli 2016. Dari laporan audit tersebut didapat hasil dengan nilai 67 (enam puluh tujuh) yang masuk dalam kategori “Cukup”. Kemenkes memperoleh nilai dengan kategori cukup bersama 17 K/L lainnya dari 34 K/L yang diaudit.  Ada 2 (dua) K/L yang memperoleh nilai “Baik” yaiut: Kementerian Sekretaris Negara dan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta 4 (empat) K/L dengan nilai Kurang dan 11 (sebelas) K/L lainnya memperolah predikat “Buruk”.

Kedepannya Kemenkes akan terus berupaya melakukan inovasi dan peningkatan kualitas layanan dalam pengarsipan, hal ini tentunya akan menjadi pendorong bagi kita semua agar Kemenkes dapat memperoleh predikat “Baik” dari hasil audit ANRI ke depan dalam hal tata kelola kerasipan, ini merupakan PR kita bersama dan tentunya Kementerian Kesehatan berharap kepada Inspektorat Jenderal dapat menjadi contoh bagi unit utama lainnya menjadi pengelola arsip yang baik serta meningkatkan kompetensi bagi para auditornya agar dapat melakukan audit tentang tata kelola kearsipan di lingkungan Kementerian Kesehatan.

 

Kontributor: AR

Share this Post: