Berita Itjen

Inspektorat Jenderal Butuh Super Tim Bukan Super Man

Inspektorat Jenderal Butuh Super Tim Bukan Super Man

Cipanas 26/3, Sebagaimana di ketahui bersama, bahwa saat ini Inspektorat Jenderal memiliki peran sangat penting dan strategis untuk  mengawal tata kelola Kementerian Kesehatan yang baik dan bersih. Perubahan paradigma pengawasan saat ini menuntut Itjen lebih mengedepankan upaya-upaya preventif melalui kegiatan konsultansi dan assurance sehingga diharapkan berbagai penyimpangan prosedur, administratif maupun kerugian negara dapat dicegah secara dini serta diperoleh hasil kegiatan yang optimal. 

Peran strategis tersebut perlu didukung oleh SDM yang berintegritas, profesional serta dapat bekerjasama dalam tim. Kekompakan dan kerjasama tim merupakan modal penting yang dibutuhkan dalam mendukung tugas Inspektorat Jenderal yang semakin berat. Saat ini yang kita butuhkan adalah “Super Team” bukan “Super Man” karena kompleksitas permasalahan terkait pengawasan saat ini membutuhkan pendekatan keilmuan multidisiplin dengan standar praktik profesional yang didukung berbagai bidang keahlian.

Ungkapan tersebut disampaikan oleh Inspektur Jenderal Kemenkes drg. Oscar Primadi, MPH dalam membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Inspektorat Jenderal Kemenkes yang akan berlangsung mulai hari ini tanggal  26 s.d 29 Maret 2018 bertempat di Hotel Sahid Eminance Hotel Convention & Resort Cipanas, Cianjur. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pegawai Inspektorat Jenderal dari mulai eselon II, eselon III, eselon IV, pejabat fungsional dan staf.

Kegiatan peningkatan kapasitas SDM kali ini mengambil tema Membangun Komitmen “Jaga diri, jaga teman, jaga Kementerian Kesehatan” menuju Inspektorat Jenderal yang profesional dan berintegritas.Tema tersebut sangat relevan dengan perkembangan saat ini, sejalan dengan komitmen Kementerian Kesehatan yang terus berupaya mewujudkan Reformasi birokrasi menuju tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

Lebih lanjut, dalam sambutannya Irjen mengumpamakan SDM mirip seperti hand phone yang memiliki “baterai” yang perlu di charge, maka kegiatan saat ini diharapkan dapat men-charge SDM Itjen agar kembali terisi “baterai”-nya. Setelah selesai kegiatan capacity building ini diharapkan akan terbentuk SDM yang memiliki loyalitas, dedikasi dan disiplin tinggi serta mampu bekerjasama dalam tim,

Sedangkan penyelenggaraan kegiatan peningkatan kapasitas SDM saat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi SDM Itjen khususnya kompetensi sosio-kultural dalam rangka mendukung tugas pokok dan fungsi Itjen sebagai APIP di Lingkungan Kementerian Kesehatan.

Berkesempatan hadir untuk turut memberikan pembekalan kepada seluruh pegawai Inspektorat Jenderal adalah Sekeretaris Jenderal Kemenkes dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes. dalam materi yang disaampaikan Sesjen menyampaikan perihal Revolusi Mental Bidang Kesehatan dalam Mendorong Percepatan Pembangunan Kesehatan yang menjelaskan bahwa berdasarkan Inpres No. 12 tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) seluruh Kementetian dan Lembaga mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk melaksanakan GNRM yang berpedoman pada 5 program GNRM, dan Kemenkes memutuskan mengambil 2 program untuk dilaksanakan karena sesuai dengan tupoksi Kemenkes yaitu, Program Gerakan Indonesia Melayani dan Program Gerakan Indonesia Bersih.

Bersamaan dengan pembukaan kegiatan peningkatan kapasitas SDM tersebut, dilanjutkan dengan Penandatanganan Pernyataan Komitmen Mendukung Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA) sebagai tindak lanjut Pencanangan GNSTA di Lingkungan Kementerian Kesehatan yang telah dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2017 oleh para pejabat eselon II di lingkungan Inspektorat Jenderal. Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA) merupakan suatu upaya peningkatan kesadaran dalam penyelenggaraan kearsipan di lingkungan pemerintahan. Penandatanganan Komitmen GNSTA sejalan dengan tuntutan tugas dan fungsi Itjen sebagai APIP yang bertugas melakukan pengawasan di lingkungan Kementerian Kesehatan. Berbagai dokumen hasil pengawasan Itjen merupakan dokumen penting yang sewaktu-waktu dibutuhkan oleh berbagai pihak seperti BPK, BPKP dan Aparat Penegak Hukum seperti KPK, Kepolisian serta Kejaksaan. Urusan pengelolaan kearsipan jangan hanya mengandalkan Bagian Tata Usaha saja karena pada dasarnya setiap pegawai merupakan penghasil arsip dan membutuhkan arsip dalam pelaksanaan tugas fungsinya. Oleh karena itu saya menginstruksikan agar saudara-saudara sekalian ikut terlibat secara aktif dalam mendorong tata kelola kearsipan yang akuntabel, bersih dan transparan sesuai ketentuan. Penandatanganan komitmen tersebut disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan bersama Kepala Biro Umum dr. Desak Made Wismarini, MKM sekaligus memberikan paparan mengenai Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsib dimana pada tahun 2017 Kementerian Kesehatan memperoleh Juara I dalam kategori Kementerian dengan Unit Kearsipan Terbaik.

Peningkatan kapasitas sdm akan diisi dengan berbagai kegiatan dihari selanjutnya, salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan oleh peserta adalah pengenalan jiwa korsa dan implementasi kekompakan dan keberanian daya juang yang akan diberikan narasumber dari pusdikkes TNI AD.

Diharapkan melalui pelaksanaan kegiatan ini, SDM Inspektorat Jenderal menjadi contoh dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik pada upaya peningkatan kualitas pelayanan publik dan pemberantasan korupsi secara terarah, sistematis dan terpadu di Kementerian Kesehatan, karena Reformasi Birokrasi akan sulit terwujud bila tata kelola pemerintahan masih terdapat peluang terhadap praktik-praktik Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN).

Kontributor: AF, LG, AR

Share this Post: