Berita Itjen

Inspektorat Jenderal Harus Tertib Arsip !!

Inspektorat Jenderal Harus Tertib Arsip !!

Jakarta 4/4, Sebagai tindak lanjut atas penandatanganan komitmen mendukung Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA) di lingkungan Inspektorat Jenderal pada tanggal 26 Maret 2018, hari ini Inspektur Jenderal (drg. Oscar Primadi, MPH) mengadakan kunjungan ke Record Center Kementerian Kesehatan sebagai upaya permulaan penataan arsip Inspektorat Jenderal. GNSTA merupakan suatu upaya peningkatan kesadaran dalam penyelenggaraan kearsipan di lingkungan pemerintahan. Berbagai dokumen hasil pengawasan Itjen merupakan dokumen penting yang sewaktu-waktu dibutuhkan oleh berbagai pihak seperti BPK, BPKP dan Aparat Penegak Hukum seperti KPK, Kepolisian serta Kejaksaan terutama Kertas Kerja Audit (KKA) yang jumlahnya tidak sedikit, perlu dilakukan penataan karena saat ini tersebar diberbagai gudang penyimpanan Inspektorat Jenderal.

          

Didampingi oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal (Heru Arnowo, SH, MM, CFrA) dan Inspektur II (drg. Moh. Nur Nasirudin, M.Kes) beserta jajaran, rombongan Inspektur Jenderal disambut langsung oleh Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan (dr. Desak Made Wismarini, MKM). Menurut Kepala Biro Umum, ini merupakan kunjungan pertama pejabat eselon I di Record Center Kementerian Kesehatan, dan mengucapkan banyak terimakasih karena Inspektorat Jenderal langsung “berlari kencang” menindaklanjuti penandatangan komitmen GNSTA. Seraya menambahkan bahwa saat ini Record Center akan memprioritaskan penataan arsip Inspektorat Jenderal, Biro Perencanaan dan Anggaran serta Biro Hukum dan Organisasi karena sifatnya yang sangat penting atau vital. Diharapkan Inspektorat Jenderal segera menetapkan status arsip yang dimiliki saat ini mana yang aktif, inaktif, vital, dan statis untuk diserah terimakan ke Record Center. Saat ini arsip statis Inspektorat Jenderal yang diserahterimakan ke Record Center adalah Buku “1971-2017 Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan: Bagian dari Solusi, Dulu, Kini, dan Masa Depan”. Record Center Kementerian Kesehatan yang diresmikan penggunaanya oleh Menteri Kesehatan pada awal tahun 2018 digunakan untuk menyimpan arsip inaktif, vital, dan statis (bernilai sejarah) di lingkungan Kementerian Kesehatan, dan saat ini hanya memfokuskan pada penataan arsip milik unit utama di lingkungan Kementerian Kesehatan.

Dalam arahannya Inspektur Jenderal menyampaikan bahwa KKA yang saat ini tersimpan diberbagai gudang penyimpanan Inspektorat Jenderal harus ditetapkan statusnya berdasarkan masa berlakunya dokumen yaitu 10 tahun. Sedangkan untuk laporan hasil audit terutama yang terdapat temuan kerugian negara harus hati-hati dalam penetapan statusnya, apakah sudah selesai ditindaklanjuti atau belum, perlu dikoordinasikan dengan Bagian APTLHP. Untuk itu Inspektorat Jenderal harus tertib arsip agar apabila dibutuhkan baik untuk keperluan tindak lanjut pemeriksaan oleh BPK atau BPKP maupun aparat penegak hukum dapat segera ditemukan. Untuk Itu melalui Sekretaris Inspektorat Jenderal, Inspektur Jenderal menginstruksikan agar segera dibentuk tim penyusutan dan pemusnahan arsip yang memang benar-benar sudah tidak aktif agar ruangan kerja di masing-masing Inspektorat tidak penuh dengan arsip yang sudah tidak terpakai.

Kontributor: AF dan LY

Share this Post: