Berita Itjen

Inspektorat Jenderal Raih E-Monev Award 2016 Kategori Pencapaian dari Menteri Kesehatan RI

Inspektorat Jenderal Raih E-Monev Award  2016 Kategori Pencapaian dari Menteri Kesehatan RI

Jumat,19 Januari 2018. Bersamaan dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Monitoring Evaluasi Dana Dekonsentrasi dan Transfer Daerah Kementerian Kesehatan Tahun 2017 dan 2018 di Indonesia Convention Exhibition BSD Tangerang, dilaksanakan penyerahan penghargaan Pelaksanaan Electronic Monitoring and Evaluation (E-Monev) Rencana Pembangunan di Lingkungan Kementerian Kesehatan (E-Monev Award 2016 dan 2017).  Penghargaan tersebut diserahkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, dr.Untung Suseno Sutarjo, M.Kes, mewakili Menteri Kesehatan RI.

    

Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi bagi Unit Eselon I Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan yang telah melaksanakan pelaporan melalui aplikasi Electronic Monitoring and Evaluation (E-Monev) dalam rangka meningkatkan kualitas data dan informasi. Sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI no HK.01.07/MENKES/57/2017, kriteria yang digunakan dalam penilaian anugerah E-Monev Award 2016 terbagi menjadi 3 kategori yaitu:

  • Kategori Kepatuhan ; dinilai dengan kriteria jumlah pelaporan dari tahun 2015 hingga 2016 dan jumlah kelengkapan data dari tahun 2015 hingga 2016.
  • Kategori Pencapaian ; dinilai dengan kriteria rata – rata pencapaian Kinerja setiap Triwulan dari tahun 2015 hingga 2016 dan rata – rata pencapaian anggaran setiap triwulan dari tahun 2015 hingga 2016.
  • Kategori Inovasi; dinilai dengan kriteria kerja sama unit kerja Eselon I Kementerian Kesehatan untuk bersinergi dalam pelaksanaan pelaporan Peraturan Pemerintah Nomor 39 tahun 2006 dan kerja sama dalam pengembangan aplikasi E-Monev PP nomor 39 tahun 2006.

Inspektorat Jenderal menjadi salah satu penerima E-Monev Award 2016 untuk kategori Pencapaian. Penghargaan tersebut diterima oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal, Heru Arnowo, SH, MM. Sedangkan penghargaan untuk kategori Kepatuhan diberikan kepada Sekretariat Jenderal dan untuk Kategori Inovasi diberikan kepada Badan PPSDMK.

Di samping unit utama Eselon I Kementerian Kesehatan pada kesempatan tersebut, juga diberikan Penghargaan Penilaian Kinerja Anggaran Dekonsentrasi Kemenkes Tahun Anggaran 2017 yang diterima oleh Dinkes Provinsi Sumatera Selatan, Dinkes Provinsi Jawa Barat, dan Dinkes Provinsi Sulawesi Selatan.

“Penghargaan ini jangan dianggap bahwa upaya pelaporan monitoring dan evaluasi program kita berhenti dan berpuas diri, namun tetap meningkatkan upaya lebih baik lagi. Bagi unit-unit yang belum berkesempatan mendapatkan penghargaan ini, jangan berkecil hati dan tetap berikhtiar maksimal demi pencapaian yang terbaik”, ujar Sesjen pada kesempatan tersebut.

    

Dalam Rakor Monev 2018 ini dibahas mengenai pemantauan, konfirmasi dan verifikasi kegiatan dari Daerah yang dibiayai melalui Dana Dekonsentrasi dan Dana Alokasi Khusus; gambaran kinerja Kemenkes; pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN); gambaran pelaksanaan Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS), Nusantara Sehat, dan Internship; Upaya Peningkatan Mutu Fasyankes; serta desk penurunan stunting. Terkait dengan permasalahan stunting Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, dr. Anung Sugihantono, M.Kes, menyampaikan materi mengenai Intervensi Holistik Integratif Penanggulangan Stunting di Lingkup Kesehatan.  Dirjen Kesmas dalam paparannya menyampaikan agar dalam menangani permasalahan stunting agar semua pihak tidak bekerja sendiri-sendiri, namun harus terintegrasi.

   

Peserta pada pertemuan ini sebanyak 200 orang yang merupakan perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/ Kota terpilih, masing-masing perwakilan Provinsi terdiri dari pengelola program di provinsi dan wakil dari kabupaten lokus prioritas stunting. Selain itu hadir pula peserta Pusat sebagai perwakilan masing-masing program; dan narasumber dari lintas program;

(DR;RSF)

Share this Post: