Berita Itjen

Inspektorat Jenderal Rumuskan Empat Resolusi Dalam Rakerwas 2018

Inspektorat Jenderal Rumuskan Empat Resolusi Dalam Rakerwas 2018

Malang (15/3), Bertempat di Hotel Atria, Malang, rangkaian kegiatan Rapat Kerja Pengawasan (Rakerwas) tahun 2018 yang telah berlangsung sejak Selasa, 13 Maret 2018 telah resmi ditutup oleh Inspektur Jenderal, drg. Oscar Primadi, MPH. Dalam sambutannya Inspektur Jenderal memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta Rakerwas yang telah mengikuti dan berpartisipasi aktif pada acara Rakerwas tersebut. “Saya melihat sejak hari pertama acara Rakerwas hingga hari ini saudara-saudara sangat antusias dan banyak memberikan gagasan-gagasan pemikiran positif dalam panel maupun diskusi kelompok” tuturnya. Selanjutnya, “Dalam Rakerwas tahun telah dihasilkan rumusan yang baik dalam rangka mengharmonisasikan program/kegiatan pengawasan dengan stakeholder internal dan eksternal sebagai upaya peningkatan kapabilitas APIP Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan”, tambahnya.

Melalui kegiatan Rakerwas yang telah berlangsung sejak tanggal 13 s.d 15 Maret 2018 tersebut telah dirumuskan 4 (empat) resolusi, yaitu:

(1) Implementasi Audit Kinerja terhadap Program Prioritas Kemenkes (Eliminasi Tb, Penurunan Stunting, dan Imunisasi) pada tahun 2018; (2) Implementasi e-Pengawasan Internal (e-Audit/Simendit, e-Reviu & e-Monev) secara bertahap baik hardware maupun software dengan target implementasi e-pengawasan internal terintegrasi pada tahun 2020; (3) Meningkatkan Kapabilitas APIP untuk Mencapai IACM level 3; dan (4) Penyusunan Kebijakan Pengawasan.

Sebelumnya, peserta Rakerwas dibagi menjadi 4 kelompok diskusi dengan topik diskusi berbeda-beda, yaitu:

(1) Sinkronisasi Pengawasan Program Prioritas (Kelompok A); (2) Strategi dan Rencana Aksi Peningkatan Kapabilitas APIP Itjen Kemenkes (Kelompok B); (3) Pengembangan Sistem Informasi Pengawasan Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan (Kelompok C); dan (4) Perubahan Kebijakan Pengawasan dan Rencana Kerja Pengawasan Inspektorat Jenderal tahun 2019 (Kelompok D).

Pelaksanaan diskusi kelompok tersebut menghadirkan fasilitator dari unit pelaksana teknis program diantaranya dari BPKP, Direktorat P2PML, Direktorat Gizi Masarakat, dan Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan. Dihadirkannya fasilitator tersebut agar dalam diskusi kelompok dihasilkan (i) rumusan implementasi pengawasan program prioritas : Percepatan Eliminasi Tuberculosis, Penurunan Stunting, Peningkatan Cakupan serta Mutu Imunisasi. (ii) rumusan rencana aksi Peningkatan Kapabilitas APIP/ Internal Audit Capability Model (IACM) Inspektorat Jenderal. (iii) rumusan rencana pengembangan Sistem Informasi Pengawasan Inspektorat Jenderal yang terintegrasi. (iv) rumusan perubahan Kebijakan Pengawasan Inspektorat Jenderal dan rencana kerja pengawasan Inspektorat Jenderal tahun 2019. Sebagaimana resolusi yang telah dirumuskan dari hasil Rakerwas tersebut.

Sebagai bahan diskusi adalah materi yang telah disampaikan oleh para narasumber yang telah hadir di Rakerwas pada hari Rabu (14/3). Narasumber terkait program prioritas Kementerian Kesehatan adalah Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, Direktur Gizi Masyarakat Ir. Doddy Izwardy, MA., serta Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan drg. R. Vensya Sitohang, M.Epid sebagai narasumber dalam diskusi panel. Para direktur diminta untuk menjelaskan programnya masing-masing. Hal ini merupakan langkah awal Itjen untuk mengetahui strategi eliminasi TBC, penurunan stunting, serta peningkatan cakupan dan mutu imunisasi untuk kemudian menentukan langkah pengawasan yang akan dilakukan.

Selain ketiga narasumber tersebut, hadir pula Direktur PLP Bidang Hankam BPKP RI, Doddy Setiadi, Ak., MM, CA, CPA, QIA., Inspektur Wilayah II Kementerian Agama, Maman Saepulloh, S.Sos, M.Si., Inspektur VII Kementerian Keuangan, Roberth Gonijaya dan Inspektur II Kementerian Dalam Negeri, Dr. Sugeng Hariyono. Materi yang disampaikan adalah terkait peningkatan kapabilitas APIP, Implementasi e-Audit, Audit Kinerja, dan Arah Kebijakan Dana Alokasi Khusus 2018.

Melalui pelaksanaan Rakerwas 2018 ini, diharapkan Program Pengawasan Itjen dapat berjalan harmonis sesuai dengan Sasaran Umum dan Arah Pembangunan Kesehatan, serta target naiknya level kapabilitas APIP menjadi level 3 (Integrated) pada tahun 2019 akan segera terwujud.

(Kontributor: RSF dan AF)

Share this Post: