Berita Itjen

Inspektur Jenderal Kemenkes Menghadiri Asia-Pacific Food Forum di Jakarta

Inspektur Jenderal Kemenkes Menghadiri Asia-Pacific Food Forum di Jakarta

EAT Asia-Pacific Food Forum merupakan forum pangan yang telah berdiri selama empat tahun dan menjadi arena global terkemuka bagi mereka yang ingin mengubah sistem pangan dunia. Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan EAT Foundation menyelenggarakan Asia Pacific Food Forum (APPF) di Hotel Shangri-La Hotel Jakarta, 30 s.d 31 Oktober 2017. Acara tersebut dibuka secara langsung oleh, Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan didampingi Menko PMK Puan Maharani dan Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek serta disaksikan disaksikan oleh 700 peserta, diantaranya wakil dari pemerintahan, politisi, akademisi, sektor swasta dan komunitas masyarakat serta para pejabat eslon I dan II di lingkungan Kementerian Kesehatan. Inspektur Jenderal Kemenkes Drs. Purwadi, Apt.,MM.,ME hadir mewakili dari unit Inspektorat Jenderal bersama Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemenkes Heru Arnowo dan Inspektur I Inspektorat Jenderal Kemenkes Edward Harefa.

Pada sesi pertama Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PNK) Puan Maharani memberikan sambutan, yang mengemukakan bahwa makanan yang tidak sehat juga merupakan factor terciptanya penyakit kronis, makanan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap orang, oleh karena itu pemerinta memiliki peran dalam menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar tersebut. Upaya pemerintah dilakukan mulai memastikan stok pangan dalam negeri, distribusi, stabilisasi dan jaminan kebutuhan pangan bagi masyarakat yang tidak mampu. Sistim pangan didunia harus bisa mengantisipasi dalam memenuhi kebutuhan pangan dunia tersebut secara berkelanjutan.

Pangan melibatkan mata rantai panjang yang bermula sejak dari usaha pertanian hingga berakhir di meja makan setiap keluarga. Hal ini seringkali dilihat sebagai unit-unit yang terpisah, padahal sesungguhnya merupakan sebuah sistem yang terintegrasi secara vertikal maupun horizontal, dari hulu ke hilir. Ide dasar ketahanan pangan sederhana, namun implementasinya tidak sesederhana itu. Rancang bangun sistem pangan membutuhkan konsensus luas di antara pemangku kepentingan yang berhadapan dengan tantangan yang berlainan antara satu dengan yang lain. Karena itu, tidak dapat dipungkiri bila masing-masing memiliki pendekatan yang khas, sudut pandang yang beragam dalam banyak hal, bahkan alasan yang berbeda untuk bertindak

Atas dasar pemikiran itulah, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan RI berinisiatif untuk menyelenggarakan Asia Pasifik Food Forum atau Forum Pangan Asia Pasifik yang pertama di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bukti komitmen Pemerintah untuk mewujudkan sistem kesehatan pangan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik.

Memasuki acara pembukaan secara resmi, Wakil Presiden H. Muhammad Jusuf Kalla berkenan memberikan sambutan sekaligus arahan bagi jajaran di Kemenko PMK dan Kementerian Kesehatan pada khususnya, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Kerja sama regional untuk mencapai kedaulatan pangan sangat penting untuk mengawal perjalanan Asia Pasifik menuju kesejahteraan, integrasi antar negara di kawasan tersebut menjadi sangatlah penting karena hal tersebut adalah senjata utama untuk mempertahankan potensi pertumbuhan ekonomi regional saat terjadi guncangan global. Kerja sama yang kuat juga dapat menjadi modal untuk memastikan setiap negara mampu memenuhi kebutuhan domestiknya, untuk kemudian sepenuhnya membuka pasar kepada dunia global. “Untuk sustainability di Indonesia juga di negara lain setiap tahunnya harus ada peningkatan produktifitas diatas 3% dan juga swasembada pangan yang menjadi harapan serta merupakan food security yang harus dicapai oleh masing-masing negara”, imbuh Wapres.

Selanjutnya menandai dibukanya secara resmi kegiatan Asia Pacific Food Forum (APPF) di Hotel Shangri-La Hotel Jakarta, 30 s.d 31 Oktober 2017. Bapak Wakil Presiden H. Muhammad Jusuf Kalla didampingi oleh Menteri Koordinator PMK Puan Maharani beserta Menteri Kesehatan Prof. Nila F. Moeloek, memukul kentongan diiringi dengan sambutan meriah oleh seluruh hadirin yang hadir di ruangan ballroom Shangri-La Hotel Jakarta.

Sebagai wakil pemerintah pada bidang kesehatan, Kementerian Kesehatan RI akan menggalakkan pentingnya isi piring dari masyarakat Indonesia yang berjumlah kurang kebih sebanyak 250 juta penduduk. Perspektif kualitas pangan tersebut menjadi perhatian karena pemahaman masyarakat Indonesia terhadap pemilihan zat makanan yang baik serta bergizi seimbang masih terbatas. Terbukti dengan masih ada kecenderungam terjadi defisiensi mikronutrien seperti kalsium, vitamin, dan mineral.

Dalam pertemuan APFF tersebut Kemenkes menginisiasi adanya  dua competence forum yaitu adanya diskusi tentang mikronutrien dan tentang kebermanfaatan forum diskusi stakeholders informal APFF, guna mempertemukan sudut pandang pemerintah, akademisi, dan pebisnis. Prioritasnya, jelas Menkes, terdapat riset pangan yang selama ini belum pernah diekspose dalam satu regional Asia Pasifik.

“Sehingga diharapkan hasil riset dapat dimanfaatkan untuk intervensi anak agar makan sehat dan berbagi pengalaman antarnegara misalnya Korsel yang penduduknya banyak makanan tapi tak ada angka obesitas dan penyakit tak menular,” kata Menkes.

Menkes melihat APFF yang pertama digelar di Indonesia ini mengungkap cara pencegahan penyakit melalui intervensi lain seperti sosial budaya. Sehingga budaya makan itu berubah mulai dari sektor pangan rumah tangga yang divisualisasikan sebagai bentuk program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) ke 34 provinsi di Indonesia

Diharapkan hasil dari  pertemuan Asia Pacific Food Forum (APPF) ini Negara Indonesia dapat mewujudkan cita-cita mulia dalam swasembada pangan serta keamanan pangan yang dihasilkan.

Kontributor: JP - AR

Share this Post: