Berita Itjen

Irjen Lantik Auditor Ahli Utama Dilingkungan Inspektorat Jenderal Kemenkes RI

Irjen Lantik Auditor Ahli Utama Dilingkungan Inspektorat Jenderal Kemenkes RI

Selasa (4/9) Inspektur Jenderal, drg. Oscar Primadi, MPH melantik dan mengambil Sumpah Drs. Harnyoto, M.Ak sebagai Pejabat Fungsional Auditor Ahli Utama dilingkungan Inspektorat Jenderal (4/9).

Turut hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Itjen Heru Arnowo, SH, MM dan Inspektur I Edward Harefa, SE, MM sebagai Saksi, Inspektur III, Heri Radison, SKM, MKM serta para pejabat administrator, pejabat pengawas dan para pegawai dilingkungan Itjen Kemenkes

Pejabat Fungsional Auditor Ahli Utama bertugas untuk mengendalikan mutu pelaksanaan pengawasan yaitu suatu proses untuk memberikan keyakinan yang memadai tentang kesesuaian pelaksanaan pengawasan dalam suatu penugasan dengan standar mutu yang ditetapkan.

Sesuai Keputusan Menpan No. 19/1996 Pasal 7 Pejabat Fungsional Auditor Ahli memiliki Job description sebagai berikut:

  1. Menyiapkan perumusan kebijakan pengawasan.
  2. Menyiapkan rencana induk pengawasan.
  3. Menyiapkan kebijakan pengawasan tahunan.
  4. Menyiapkan Rencana Kerja Pengawasan Tahunan.
  5. Menyiapkan Program Kerja Pengawasan Tahunan.
  6. Menyusun pedoman dan atau sistem pengawasan.
  7. Memutakhirkan pedoman dan atau sistem pengawasan.
  8. Menyusun petunjuk pelaksanaan dan atau petunjuk teknis pengawasan.
  9. Memutakhirkan petunjuk pelaksanaan dan atau petunjuk teknis pengawasan.
  10. Mengkaji diklat pengawasan.

Dalam sambutannya Irjen menjelaskan bahwa saat ini Inspektorat Jenderal memiliki peran sangat penting dan strategis untuk mengawal tata kelola Kementerian Kesehatan yang baik dan bersih. Perubahan paradigma pengawasan saat ini menuntut Inspektorat Jenderal lebih mengedepankan upaya-upaya preventif melalui kegiatan konsultansi dan assurance sehingga diharapkan berbagai penyimpangan prosedur, maupun kerugian negara dapat dicegah secara dini dengan tetap diperoleh hasil kegiatan yang optimal.

“Dengan dimilikinya anggaran dasar fungsi pengawasan yang tertuang di dalam dokumen audit charter memungkinkan inspektorat yang mempunyai fungsi pengawasan dapat melaksanakan aktivitas kegiatan pekerjaan auditnya dengan independen dan obyektif”, ujar Irjen.

Pada kesempatan yang sama Irjen mengungkapkan bahwa fungsi pengawasan inspektorat tidak akan efektif tanpa adanya penempatan personil yang tepat sesuai dengan pembagian tugas dan tanggungjawabnya. Selain itu juga fungsi pengawasan harus diisi oleh orang-orang yang kompeten untuk pelaksanaan tugas memiliki daya intelegensia tinggi, intuitif, imajinatif, dan inisiatif tinggi.

Perkembangan profesi audit internal saat ini sangat menuntut auditor yang profesional atas berbagai upaya pelaksanan audit yang dilaksanakan. Hanya auditor yang memiliki kinerja baik dan terbaiklah yang dapat dipertahankan. Prinsipnya adalah lebih baik memiliki jumlah auditor terbatas (jumlah yang sedikit) tetapi dengan kompetensi tinggi dan memadai daripada memiliki jumlah auditor yang banyak tetapi dengan kompetensi dan kemampuan yang terbatas.

Diakhir acara Irjen berpesan kepada pejabat yang baru dilantik agar dapat bekerja keras, jujur, ikhlas serta bertanggung jawab untuk kepentingan negara dan masyarakat serta dapat memberikan kinerjanya dengan cara yang terbaik kepada bangsa dan negara ini.

 

Sesuai Keputusan Menpan No. 19/1996 Pasal 7 Pejabat Fungsional Auditor Ahli memiliki Job description sebagai berikut:

  1. Menyiapkan perumusan kebijakan pengawasan.
  2. Menyiapkan rencana induk pengawasan.
  3. Menyiapkan kebijakan pengawasan tahunan.
  4. Menyiapkan Rencana Kerja Pengawasan Tahunan.
  5. Menyiapkan Program Kerja Pengawasan Tahunan.
  6. Menyusun pedoman dan atau sistem pengawasan.
  7. Memutakhirkan pedoman dan atau sistem pengawasan.
  8. Menyusun petunjuk pelaksanaan dan atau petunjuk teknis pengawasan.
  9. Memutakhirkan petunjuk pelaksanaan dan atau petunjuk teknis pengawasan.
  10. Mengkaji diklat pengawasan.

Contributor (JP, IW)

 

Share this Post: