Berita Itjen

Itjen Jadi Tuan Rumah Round Table Discussion oleh ACFE tentang "Investigative Interview"

Itjen Jadi Tuan Rumah Round Table Discussion oleh ACFE tentang

(14/5) Bertempat di Auditorium Leimena Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Itjen Kemenkes bekerjasama dengan ACFE (Association of Certified Fraud Examiner) Chapter Indonesia menyelenggarakan Diskusi Interaktif/Round Table Discussion (RTD) tentang "Investigative Interview" . Diskusi ini membahas salah satu teknik audit yaitu wawancara/interview, yang pada kesempatan ini difokuskan pada Investigative Interview.

 

Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan RI, drg. Oscar Primadi, MPH membuka kegiatan ini di hadapan seluruh pengurus dan peserta ACFE yang berpartisipasi dalam diskusi ini. Turut hadir pula Sekretaris Inspektorat Jenderal, Para Inspektur, serta Pejabat Struktural di lingkungan Inspektorat Jenderal.  Peserta yang hadir dalam kegiatan ini sebanyak 150 orang.

 

Dalam sambutannya, Irjen menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan untuk menjadi sarana saling berbagi pengetahuan terkini dan pengalaman terkait teknik komunikasi yang dilakukan para Auditor baik secara verbal maupun nonverbal sehingga dapat memperoleh data/informasi sesuai dengan tujuan audit.

 “Saya berharap para peserta yang terdiri dari para Praktisi ini dapat berbagi pengalaman satu sama lain sehingga hasil – hasil audit dapat memotret kondisi yang sebenarnya.”, pungkas Irjen dalam sambutannya.

 

 

 

Selanjutnya, acara diisi dengan paparan tentang Investigative Interview oleh Mairizal Chaidir, MComm, CA, CACP, CFE. Narasumber adalah seorang konsultan pencegahan fraud, yang saat ini menjabat sebagai Director of Membership di ACFE Chapter Indonesia. Beliau berbagi pengalamannya ketika dulu bertugas sebagai APIP di BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), khususnya dalam hal investigative interview atas tindakan fraud.

Dalam paparan narasumber, disampaikan bahwa simpulan hasil audit dengan tujuan tertentu/investigatif harus dapat mendeskripsikan fakta/kondisi yang memuat unsur 5W + 2H (What, Who, When, Where, Why, How & How Much). Investigative interview kepada Auditee menjadi salah satu teknik audit yang sangat menentukan untuk memperoleh fakta – fakta penting guna mengungkap terjadi atau tidaknya suatu kecurangan atau penyimpangan dari peraturan perundang - undangan.

Keberhasilan pelaksanaan Investigative interview tentunya membutuhkan keluwesan, ketepatan pilihan kata/diksi dan kecermatan Auditor dalam membaca situasi dan kondisi Auditee. Investigative interview merupakan salah satu faktor kunci dalam menggali informasi dan penegasan atas bukti – bukti sehingga Auditor bisa mengambil kesimpulan untuk mendapatkan unsur – unsur 5W + 2H.

 

 

Certified Fraud Examiner (CFE) adalah sertifikasi profesi anti fraud yang dikeluarkan oleh ACFE yang berkedudukan di Austin, Texas, Amerika Serikat. Dengan memiliki sertifikasi CFE, seseorang diakui sebagai ahli dalam pencegahan dan pendeteksian (prevention, detection, and deterrence) fraud. Sertifikasi CFE dikenal dan diterima di seluruh dunia sebagai standar mutu profesi untuk profesional anti-fraud.

 

 

Alphonsa Ani Maharsi, Ak. Macc, wakil Director of Membership ACFE Chapter Indonesia menyampaikan terima kasih atas kesediaan Itjen Kemenkes RI menjadi tuan rumah RTD. Beliau juga menambahkan agar para praktisi anti-fraud bersedia berbagi pengalaman dalam event-event RTD yang diselenggarakan ACFE Indonesia Chapter di kesempatan berikutnya. Sharing pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya pengetahuan anggota ACFE Indonesia Chapter dan para praktisi dalam mencegah terjadinya fraud di instansi masing-masing.

 

Kontributor: RSF, JP

Share this Post: