Berita Itjen

Itjen Sebagai Motor Dalam Implementasi Manajemen Risiko

Itjen Sebagai Motor Dalam Implementasi Manajemen Risiko

Jakarta 5/12, Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Center for Risk Management Studies (CRMS) Indonesia menyelenggarakan Risk Management Fundamental Workshop di Hotel JS Luwansa Jakarta.

Workshop ini mengikutsertakan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), Pejabat Administrator (Eselon III), Pejabat Pengawas (Eselon IV), dan Auditor dari Kantor Pusat, Rumah Sakit, Poltekkes, Kantor Kesehatan Pelabuhan, dan Balai Kesehatan di Jakarta sebagai peserta. Kegiatan workshop ini berlangsung selama dua hari, pada tanggal 4 – 5 Desember 2018.

Rangkaian workshop ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi, yang didahului dengan laporan ketua panitia oleh Inspektur II, Moh. Nur Nasirudin. Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal mengharapkan bahwa Itjen bisa menjadi motor dalam implementasi manajemen risiko.

“Penerapan manajemen risiko yang efektif, dapat membantu kita dalam meminimalkan dampak risiko, dan memaksimalkan nilai bagi stakeholders, guna meminimalkan dampak risiko tentunya diperlukan upaya manajemennya: mengidentifikasi, menilai, serta mengelola risiko itu sendiri,” kata Sekretaris Jenderal dalam sambutannya.

Kegiatan selama dua hari ini dipandu oleh Antonius Alijoyo dan Charles R.Vorst dari CRMS sebagai tutor dan fasilitator workshop. Materi-materi yang disampaikan terkait tentang Principles and Framework of Risk Management, baik berupa studi kasus maupun aplikasinya. Selain itu juga ada materi tentang Process of Risk Management terkait tentang establish the context, risk identification, analysis, dan evaluation baik teori maupun studi kasusnya.

Workshop ini juga diselenggarakan sebagai salah satu upaya bagi Kementerian Kesehatan untuk dapat mengimplementasikan manajemen risko yang didasarkan pada sistem pengawasan, dalam rangka meningkatkan lagi pencapaian maturitas SPIP setelah mencapai level 3. (GT)

Share this Post: