Berita Itjen

Kegiatan Bicara Arsip Sehat (BASe) 2021 Chapter 3 Dalam Rangka Peringatan Hari Kearsipan Nasional ke-50 Tanggal 18 Mei Tahun 2021 Dengan tema “Menuju Digitalisasi Kearsipan”

Kegiatan Bicara Arsip Sehat (BASe) 2021 Chapter 3 Dalam Rangka Peringatan Hari Kearsipan Nasional  ke-50 Tanggal 18 Mei Tahun 2021 Dengan tema “Menuju Digitalisasi Kearsipan”

Dalam rangka peringatan Hari Kearsipan Nasional ke-50 Tahun 2021, Biro Umum sebagai Koordinator Kearsipan di Kementerian Kesehatan menyelenggarakan kegiatan Bicara Arsip Sehat (BASe) 2021 Chapter 3 dengan tema “Menuju Digitalisasi Kearsipan” pada hari Kamis tanggal 3 Juni 2021 secara daring.

Salah satu kegiatan digitalisasi kearsipan, Kementerian Kesehatan sudah menerapkan Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE) dan telah dilaksanakan lebih dari 50% satuan kerja di lingkungan Kemenkes termasuk Inspektorat Jenderal Kemenkes.

Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektonik (SPBE) mengamanatkan adanya e-arsip dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan. Hasil kolaborasi antara Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), telah ditetapkan dan diluncurkan  aplikasi umum berbagi pakai SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) yang disahkan dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 679 Tahun 2020 Tentang Aplikasi Umum Bidang Kearsipan Dinamis.

Aplikasi SRIKANDI merupakan aplikasi umum bidang kearsipan dinamis yang dibuat untuk mewujudkan efisiensi penyelenggaraan administrasi pemerintahan dan penyelenggaraan kearsipan yang terpadu. Dengan ditetapkannya aplikasi SRIKANDI menjadi aplikasi umum, pimpinan instansi pusat dan daerah dapat menerapkan aplikasi tersebut di lingkungan instansi masing-masing. Ke depan, setiap instansi pemerintah tidak perlu lagi membangun aplikasi sejenis dengan aplikasi umum, karena akan menyebabkan inefisiensi.

Diharapkan dengan kehadiran aplikasi SRIKANDI nantinya, mampu menyempurnakan aplikasi TNDE yang sudah ada sebelumnya dan akan terus mendorong penerapan aplikasi SRIKANDI ini agar digunakan secara optimal. Penerapan aplikasi SRIKANDI di lingkungan Kementerian Kesehatan khusus di Inspektorat Jenderal Kemenkes RI memiliki banyak manfaat dan membawa dampak positif yaitu  mengurangi penggunaan kertas, memudahkan dalam pengelolaan surat, serta mempercepat koordinasi dalam organisasi. (H, SM)

Share this Post: