Berita Itjen

Kementerian Keuangan dan World Bank Meluncurkan Laporan Penilaian Public Expenditure and Financial Accountability (PEFA) Tahun 2017

Kementerian Keuangan dan World Bank Meluncurkan Laporan Penilaian Public Expenditure and Financial Accountability (PEFA) Tahun 2017

Jakarta (15/5), bertempat di Mezzanine floor, Gedung Juanda I Kementerian Keuangan, World Bank bekerja sama dengan Kementerian Keuangan mengadakan Peluncuran Laporan Penilaian Public Expenditure and Financial Accountability (PEFA) Tahun 2017 yang dihadiri oleh Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo dan Rodrigo A. Chaves, Country Director World Bank Indonesia. PEFA adalah alat untuk menilai status manajemen keuangan publik. Penilaian PEFA memberikan analisis kinerja yang menyeluruh, konsisten dan berdasarkan bukti pada kurun waktu tertentu. Acara dibuka oleh Wakil Menteri Keuangan Prof. Mardiasmo yang dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa penialian PEFA sangat penting untuk dilakukan karena tujuan utama PEFA salah satunya adalah untuk mengukur kemajuan Pengelolaan Keuangan Publik (PKP) ke depan dan memberikan dasar untuk berkoordinasi dengan pemerintah mengenai kebutuhan PKP di masa mendatang.   

Dalam pertemuan tersebut, diadakan diskusi panel yang mengundang beberapa narasumber yaitu: Marwanto Harjowiryono, Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Diah Natalisa, Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PAN dan RB, Danis H. Sumadilaga, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, Sarah Sadiqa, Deputi Bidang Monitoring, Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi LKPP dan Slamet Kurniawan, Kepala Direktorat Utama Perencanaan, Evaluasi dan Pengembangan BPK.

Dalam paparannya, Deputi Bidang Pelayanan Publik KemenPAN-RB Diah Natalisa menjelaskan tentang kebijakan percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik. Kondisi pelayanan publik saat ini masih lamban dan daya saing rendah. Kementerian PAN-RB mengupayakan akselerasi peningkatan kualitas pelayanan publik dengan cara mengadakan inovasi pelayanan yang programnya meliputi: (i) Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N); (ii) Pelayanan Berbasis Elektronik (e-Services); (iii) Mal Pelayanan Publik; (iv) Role Model Pelayanan Publik; dan (v) Pemeringkatan Berdasarkan Indeks Pelayanan Publik.

Sedangkan panelist dari BPK RI menjelaskan tentang perbaikan kualitas laporan keuangan pemerintah dan tantangan bagi auditor eksternal. Perbaikan kualitas laporan keuangan pemerintah yang dilakukan oleh BPK diantaranya dengan cara perbaikan sistem dan kebijakan, perbaikan sistem informasi, dan perbaikan SDM. Sedangkan tantangan yang dihadapi oleh auditor eksternal adalah masih terdapat pembatasan akses terhadap data dan informasi misalnya data perpajakan, kelemahan pengendalian misalnya dalam pengelolaan aset dan belanja, tindak lanjut rekomendasi BPK yang masih rendah dan masih adanya tindakan korupsi.

Diskusi dilanjutkan dengan tanya jawab dan pemutaran video tentang keberhasilan PEFA. Penilaian PEFA menunjukkan bahwa Indonesia telah membentuk kerangka peraturan perundang-undangan yang kuat yang sejalan dengan standar internasional Pengelolaan Keuangan Publik (PKP). Dengan diadakannya peluncuran laporan penilaian PEFA Tahun 2017 ini diharapkan dapat tercapai tujuan yang telah ditetapkan yaitu dapat mengukur kemajuan Pengelolaan Keuangan Publik (PKP) di masa yang akan datang. 

Kontributor LY

Share this Post: