Berita Itjen

Kerjasama dengan Best Practice Indonesia, Itjen Selenggarakan Diklat Training Need Analysis

Kerjasama dengan Best Practice Indonesia, Itjen Selenggarakan  Diklat Training Need Analysis

Jakarta (30/10), Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Best Practice Indonesia menyelenggarakan diklat Training Need Analysis (TNA). Kegiatan tersebut diselenggarakan di The Park Lane Hotel, Jakarta dan diikuti oleh 20 orang, yang terdiri dari pegawai yang berasal dari perwakilan masing-masing Inspektorat serta perwakilan Sekretariat Inspektorat Jenderal. Diklat ini akan berlangsung selama 3 (tiga) hari dari tanggal 30 Oktober 2017 s.d 1 November 2017.

Selama 3 hari pelaksanaan diklat seluruh peserta diklat akan mempelajari dan mendiskusikan materi sebagai berikut:

30 Oktober 2017:

  • Dasar Pemahaman TNA/Tipe/Metode;
  • Organization & Job-Based Need Analysis;
  • Person Competencies-Based Need Analysis;
  • Kebutuhan Training, Kebijakan dan Monitoring.

31 Oktober 2017:

  • Design Model Training;
  • Silabus dan Modul;
  • 4 Level Evaluasi dan ROI;
  • Isolasi Efek Training, Ubah Data ke Nilai Moneter.

1 November 2017:

  • Review/Meningkatkan Efektifitas Training;
  • Praktik TNA Dengan Pendekatan Organizational, Job & Person Based Analysis;
  • Praktik Membuat Modul, Silabus, ROI, Evaluasi Training;
  • Review Akhir.

Kegiatan dibuka oleh salah satu trainer Best Practice Indonesia, yaitu Munawar Aziz. Beliau menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah agar para pegawai yang hadir memperoleh pemahaman dan keahlian bagaimana merencanakan kebutuhan pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan sasaran pengembangan di Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan.

Selanjutnya, selama 3 hari ke depan diklat akan diisi oleh Agung Wibowo, atau yang lebih dikenal dengan nama pena Agung Webe. Agung Webe adalah seorang praktisi Training & Consulting di bidang Pengembangan Potensi Diri (Personal Development). Khususnya bagi perusahaan dan umum yang ingin mengembangkan potensi karyawan dalam rangka memajukan kinerja perusahaan/organisasinya. Sebelumnya, Agung Webe berkarir selama 20 tahun di Garuda Indonesia di bidang manajemen SDM. Beliau juga dikenal sebagai penulis yang telah menelurkan lebih dari 30 buku yang berkaitan dengan pemberdayaan manusia, salah satunya berjudul "Menjadi Karyawan Sukses, Mengapa Tidak?"

Berdasarkan penjelasan narasumber, secara umum TNA didefinisikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data dalam rangka mengidentifikasi bidang-bidang atau faktor-faktor apa saja yang ada di dalam organisasi/institusi yang perlu ditingkatkan atau diperbaiki. Tujuannya adalah agar kinerja pegawai dan produktivitas organisasi / institusi menjadi meningkat.

Selain pemaparan materi dari narasumber, peserta diklat secara interaktif juga diajak membuat analisis mengenai kondisi pelaksanaan diklat bagi para pegawai di Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan saat ini dan bagaimana harapan ke depan. Analisis kebutuhan pelatihan yang didasarkan pada kebutuhan strategi organisasi/instansi serta profil kompetensi yang dipersyaratkan untuk setiap jabatan dan person kompetensi dalam merespon dinamika pelayanan di masa yang akan datang. Dengan mengikuti rangkaian diklat ini, diharapkan para peserta diklat dapat menerapkan metode analisa kebutuhan training bagi pegawai di Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan, sehingga penyelenggaraan training menjadi lebih tepat sasaran.

 

Kontributor: AF dan RSF

Share this Post: