Berita Itjen

Membuka Acara Rakerkesnas Tahun 2019, Presiden Apresiasi Angka Kejadian Stunting Turun

Membuka Acara Rakerkesnas Tahun 2019, Presiden Apresiasi Angka Kejadian Stunting Turun

12 – 13 Februari 2019 Kementerian Kesehatan RI mengadakan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2019 di ICE BSD, Tangerang. Rapat kerja yang memiliki tema “Kolaborasi Pusat dan Daerah dalam Penguatan Pelayanan Kesehatan Menuju Cakupan Kesehatan Semesta” ini bertujuan untuk merumuskan rencana aksi bidang kesehatan tahun 2019. Acara Rakerkesnas ini dihadiri oleh sekitar 2 ribu orang dari seluruh Indonesia, yang terdiri dari Eselon I, II dan III Kemenkes, seluruh Kepala Satuan Kerja di lingkungan Kemenkes, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota, Direktur Rumah Sakit Daerah, Stakeholder dan unsur dari Kemenkes. Kegiatan Rakerkesnas ini telah diawali dengan Pra Rakerkesnas pada tanggal 11 Februari 2019 kemarin.

Acara diawali dengan Launching Inovasi Kesehatan oleh Menteri Kesehatan yang didampingi oleh Pimpinan Tinggi Madya dan penyerahan apresiasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang telah berhasil menyelesaikan pembangunan Puskesmas di daerah perbatasan dan tertinggal tahun 2017 – 2018.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan sambutan dan arahan Menteri Kesehatan, Nila Moeloek. Dalam sambutannya, Menkes mengatakan bahwa Momentum Rakerkesnas merupakan momentum yang baik untuk mendiskusikan isu-isu penting kesehatan dan juga ajang silaturahmi bagi semua jajaran kesehatan.

Menkes memaparkan bahwa saat ini ada salah pengertian seakan-akan Cakupan Kesehatan Semesta sama dengan cakupan kepesertaan semesta, dan jika seluruh penduduk Indonesia telah menjadi peserta JKN maka Cakupan Kesehatan Semesta dianggap telah tercapai. Sebenarnya, Cakupan Kesehatan Semesta telah tercapai jika masyarakat telah menjadi peserta JKN dan seluruh penduduk telah memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu tanpa terkendala hambatan biaya.

“Produktifitas seseorang tidak hanya diharapkan tetap sehat hingga usia lanjut, tapi seharusya telah dimulai dari sejak lahir, bertahan dengan kualitas yang baik, dan dapat pendidikan yang baik, sehingga dapat meningkatkan ekonomi Indonesia”, ujar Menkes.

Turut hadir Presiden RI, Joko Widodo untuk membuka acara Rakerkesnas. Di awal sambutannya, Presiden memaparkan tentang infrastruktur di Indonesia. Selama 4,5 tahun ini pemerintah berkonsentrasi dan berfokus pada pembangunan infrastruktur, karena infrastruktur merupakan pondasi serta prasyarat bagi sebuah negara dalam rangka bersaing maupun berkompetisi dengan negara-negara lain. Negara kita perlu mengejar ketertinggalannya dari negara-negara lain dengan sebuah kerja keras.

Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia merupakan prasyarat mutlak bagi kita agar tidak terjebak dengan sebutan negara berpendapatan menengah (Middle Income Trade), sehingga dapat menjadi negara yang maju. Sumber Daya Manusia yang ada harus di-upgrade agar memiliki kualitas yang lebih baik. Inilah alasan mengapa kesehatan sangat penting. Presiden menghimbau pemerintah Kabupaten/Kota/Propinsi lebih berkonsentrasi untuk menyelesaikan masalah kesehatan seperti stunting dan kematian ibu.

Hal lain yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo yaitu apresiasi dan terima kasih kepada seluruh lini kesehatan karena berkat kerja kerasnya angka stunting dapat turun hingga ke angka 30% dan diharapkan turun lagi untuk tahun kedepannya.

"Pada awal Februari 2019 pemerintah telah mengirim Rp. 6,38 Triliun untuk BPJS, lalu direncanakan awal maret akan mengirim Rp. 2,1 Triliun, selanjutnya awal April 6,3 Triliun melalui audit BPKP terlebih dahulu. Jangan sampai pemerintah dianggap lalai dalam melaksanakan kewajibannya. Pemerintah telah disiplin untuk melakukan pembayaran Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibayar di depan. Sumber defisit terbesar BPJS berasal dari pekerja informal. Pemerintah akan terus melakukan upaya menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Pemerintah akan terus membantu menyehatkan dalam pengelolaan BPJS Kesehatan di Indonesia, sehingga yang sehat bukan hanya masyarakat, tetapi BPJS maupun rumah sakit juga", ujar Presiden.

Di akhir sambutannya Presiden mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar yang memiliki 514 kabupaten dan kota, serta 34 propinsi yang tersebar di 17 ribu pulau sehingga memerlukan kerja keras,  oleh sebab itu Presiden mengajak untuk bersama-sama bekerja sama demi negara dan bangsa yang kita cintai. Setelah sambutan dari Presiden, Pembukaan Rakerkesnas ditandai dengan pemukulan gong. (LG, GT, JP)

Share this Post: