Berita Itjen

Menkes Resmi Luncurkan Buku “1971-2017, Inspektorat Jenderal, Bagian Dari Solusi, Dulu Kini Dan Masa Depan”

Menkes Resmi Luncurkan Buku “1971-2017, Inspektorat Jenderal, Bagian Dari Solusi, Dulu Kini Dan Masa Depan”

Kamis (11/1) Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan mengadakan acara Peluncuran dan Bedah Buku “1971-2017, Inspektorat Jenderal, Bagian dari Solusi, Dulu Kini dan Masa Depan”, bertempat di auditorium J.Leimena Gedung dr Adhyatma. Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K), dan seluruh jajaran pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kementerian Kesehatan RI, serta tamu undangan dari beberapa K/L.

Buku tersebut merupakan catatan perjalanan Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan sejak 1971 hingga 2017 yang merupakan gagasan Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan periode 2015 -2017, Drs. Purwadi Apt, MM, ME.

Dalam kesempatan ini, Menteri Kesehatan mengungkapkan apresiasi atas terbitnya buku ini. “Cukup berat mempertahankan Opini Wajar Tanpa Korupsi (WTP) yang telah diraih oleh Menkes sebelumnya (dr. Andi Nafsiah Walinono Mboi, SpA, M.P.H). Saya ingin merangkul semuanya untuk bekerjasama dan ingin dikawal. Saya sadar seluruh pegawai kita ini ingin dikawal.”, tutur beliau.

Dalam kesempatan ini, buku “1971-2017, Inspektorat Jenderal, Bagian dari Solusi, Dulu Kini dan Masa Depan” dibahas dalam bentuk bedah buku oleh para pembahas yang terdiri dari Febri Hendri (Peneliti Indonesia Corruption Watch/ ICW), Wawan Wardiana (Direktur Litbang KPK RI), Drs. Purwadi, Apt., MM., ME (Irjen Kemenkes Periode 2014-2017), dan Maman Suherman (Jurnalis) serta dimoderatori oleh Tina Talisa.

Periodisasi buku ini dimulai tahun 1971, mulai dari Masa Orde Baru, Masa Reformasi, hingga tahun 2017, yang menceritakan perjalanan panjang Inspektorat Jenderal selama 46 tahun dengan 13 orang Inspektur Jenderal. Dalam buku ini diceritakan pengalaman dari setiap Inspektur Jenderal yang masih ada, karena setiap periode kepemimpinan memiliki karakteristik yang berbeda serta unik terutama tentang pengalaman menangani berbagai masalah di Kementerian termasuk Program Kesehatan. Berikut ini adalah para Irjen yang menjadi narasumber dalam buku ini serta menghadiri acara peluncuran buku tersebut:

  1. dr. Rusmono, SKM (Periode Tahun 1992-2000) 
  2. drg. Kuswartini M. Suhel (Periode Tahun 2001-2003) 
  3. dr. Krisna Jaya, M.S (Periode Tahun 2005-2006)
  4. dr. Faiq Bahfen, SH (Periode Tahun 2006-2010)
  5. drg. Naydial Roesdal, M.Sc, PHFICD (Periode Tahun 2010)
  6.    dr. Yudhi Prayudha Ishak Djuarsa, MPH (Periode Tahun 2010-2014)

 

Inspektorat Jenderal merupakan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah di lingkungan Kementerian/Lembaga yang dipimpin oleh seorang Inspektur Jenderal. Inspektorat Jenderal dibentuk dalam rangka pembenahan aparatur pemerintah pada awal berdirinya Orde Baru tahun 1966 berdasarkan Keputusan Presidium Kabinet Ampera Nomor 15/U/Kep/8/1966 tanggal 31 Agustus 1966. Keputusan tersebut menetapkan antara lain kedudukan, tugas pokok, dan fungsi Inspektorat Jenderal Departemen.

Inspektorat Jenderal Departemen Kesehatan dibentuk pada Pemerintahan Orde Baru sejak 1971, melalui Keputusan Presiden Nomor  01 tahun 1971 tentang Pembentukan Inspektorat Jenderal di Departemen Kesehatan, Departemen Sosial, Departemen Agama dan Departemen Tenaga Kerja. Keputusan Presiden tersebut dilaksanakan dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 46/Kab/B.VII/1971 tanggal 2 Maret 1971 tentang pembentukan Inspektorat Jenderal Departemen Kesehatan dengan tugas pokok sebagai pembantu Menteri Kesehatan di bidang pengawasan.

Dalam perjalanannya, saat ini Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan tidak hanya membantu Menteri Kesehatan di bidang pengawasan. Dengan perubahan paradigma, Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan kini juga bertindak sebagai konsultan dan penjamin kualitas (quality assurance).

 

Untuk merekam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang diamanatkan oleh Undang-Undang tersebut, Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan menerbitkan buku sejarah perjalanan Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan sejak 1971 sampai 2017 tersebut.

Buku ini tidak hanya berisi tentang sejarah, namun banyak keberhasilan yang bisa diingat, diwariskan, diteladani dan dilaksanakan. Sementara kegagalan dijadikan suatu pembelajaran agar tidak diulangi di masa mendatang. Pengalaman berharga dari Inspektur Jenderal terdahulu sangat menginspirasi dan memberikan motivasi dalam penyelesaian buku ini. Sehingga diharapkan buku ini tidak sekedar sebagai bahan bacaan semata namun menjadi inspirasi bagi yang membacanya.

(RSF, JP)

 

 

 

 

Share this Post: