Berita Itjen

Ngobrol Perkara Integritas Bersama AoC Kemenkes RI

Ngobrol Perkara Integritas Bersama AoC Kemenkes RI

Masih dalam rangka peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia tahun 2020, Inspektorat Jenderal mengadakan Ngobrol Perkara Integritas (Ngopi) secara virtual bersama dengan Agent of Change Kementerian Kesehatan RI dan dapat di saksikan melalui chanel youtube Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan yang dilaksanakan pada Rabu (16/12).

Acara tersebut dibuka langsung oleh Inspektur Jenderal Kmeneterian Kesehatan, drg. Murti Utami, MPH, QGIA dengan menghadirkan narasumber penasihat Komisi Pemberatasan Korupsi Periode 2013 – 2015 Drs. Suwarsono Muhammad,MA dan diikuti oleh 246 peserta.

Dalam sambutan pembukanya Irjen menjelaskan bahwa perubahan organisasi tidak akan berhasil apabila hanya bertumpu pada pimpinan saja. Selain unsur pimpinan, diperlukan pula peran AoC sebagai unsur penggerak utama perubahan yang sekaligus dapat menjadi contoh dalam berperilaku bagi seluruh individu anggota organisasi. 

“Berbagai upaya pemberantasan Korupsi sudah dilakukan dari mulai preventif, represif maupun edukatif”, ungkap Irjen.

Pada kesempatan yang sama penasihat KPK periode 2013-2015 menjelaskan bahwa moda yang dimiliki untuk pemberantasan korupsi ada 2 yaitu penindakan dan pencegahan, semua hal tersebut dapat berjalan dengan baik melalui banyak faktor salah satunya adalah lingkungan politik, setidaknya jika dilihat dari perspektif pemangku kepentingan.

“Melawan korupsi adalah pekerjaan yang sangat berat tetapi harus tetap dilakukan”, ujar Suwarsono Muhammad.

Hal tersebut menjadi tantangan bagi seorang AoC untuk menjalankan perannya dalam melakukan pencegahan korupsi sesuai kewenangan yang dimiliki. Adapun empat peran yang dimiliki AoC adalah:

  1. Katalisator: yang berperan meyakinkan kepada pegawai tentang pentingnya perubahan ke arah yang lebih baik.
  2. Pemberi solusi: peran sebagai pemberi alternatif pemecahan masalah atau kendala yang dihadapi pegawai.
  3. Mediator: peran melancarkan proses perubahan sebagai orang yang dianggap memiliki integritas, karakter dan pengalaman yang lebih baik dibandingkan pegawai lainnya serta Penghubung antara pegawai dengan pengambil kebijakan agar komunikasi berjalan dengan baik dalam organisasi.
  4. Role Model: berperan sebagai contoh baik sikap, perilaku maupun kinerja mengingat bahwa faktor penting dalam perubahan dilingkungan suatu organisasi adalah adanya keteladanan yang nyata seorang AoC bagi seluruh anggota organisasi.

Acara ngopi ini diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin, dengan maksud agar para AoC selalu siap menghadapi tantangan yang semakin berat dalam mengawal Kementerian Kesehatan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. (JP)

Share this Post: