Berita Itjen

PEMANFAATAN IT SEBAGAI PENINGKATAN KAPABILITAS APIP

PEMANFAATAN IT SEBAGAI PENINGKATAN KAPABILITAS APIP

Senin (16/11) Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan melaksanakan Studi Banding secara virtual dengan Inspektorat Jenderal kementerian Keuangan mengenai pengelolaan data dan informasi pengawasan dalam Reviu Laporan Keuangan (LK). Acara tersebut dihadiri oleh Inspektur II Kementerian Kesehatan, Moh. Nur Nasirudin, Inspektur VI Kemenkeu, Rina Robiati, Inspektur VII Kemenkeu, Alexander Zulkarnain serta para pejabat structural, pejabat fungsional auditor  san staf dilingkungan Kemenkes dan Kemenkeu.

 

Acara tersebut berlangsung guna memberikan penjelasan secara mendalam kembali terkait proses bisnis aplikasi e-reviu LK Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan. Pada dasarnya Kementerian Kesehatan telah memanfaatkan perkembangan teknologi IT untuk memudahkan pekerjaan dan mengefisienkan waktu apalagi dimasa pandemi seperti ini, namun memang belum sepenuhnya proses tersebut berjalan dengan optimal  di Itjen Kemenkes. Guna memperkaya informasi dan semakin memantapkan langkah untuk memanfaatkan IT secara menyeluruh, maka Itjen Kemenkes kembali melakukan studi banding e-Reviu Laporan Keuangan.

Dalam sambutan pembuka, Inspektur VII Kemenkeu, menjelaskan bahwa Kemenkeu sendiri telah mengembangkan aplikasi e-reviu sebagai langkah lanjutan dari Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK). Hal tersebut dilatarbelakangi oleh semakin masifnya implementasi IT di kemenkeu yang dapat berpengaruh kepada kementerian lainnya.

Selaras dengan hal tersebut Inspekturr VI Kmenekeu, juga menjelaskan bahwa penggunaan IT adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kapabilitas kita sebagai APIP. Dengan memanfaatkan IT secara maksimal dalam pekerjaan kita. Penggunaan IT ini juga selaras dengan tujuan Internal Audit dan Capability Model (IACM)

Inspektur II Kemenkes mengakui bahwa di Kemeneterian Kesehatan sendiri dalam hal ini itjen dalam rangka untuk melakukan reviu laporan keuanagn, sudah mengembangkan satu aplikasi, namun belum dimanfaatkan secara total, dalam pengembangannya masih belum sepenuhnya menggunakan IT, masih ada beberapa dokumen yang di upload secara manual, namun kedepannya Kemenkes akan berusaha secara total untuk menggunakan IT secara penuh dalam reviu LK.

Penggunaan IT dalam reviu LK setidaknya memiliki keuntungan diantaranya: a) Membantu auditor dalam pengolahan data; b) Mendukung pelaksanaan risk based audit; dan c) Menjamin standar kualitas reviu laporan Keuangan.

Kegiatan studi banding banding sangat dibutuhkan oleh APIP guna peningkatan pengetahuan dan kapabilitas SDM APIP untuk menjadi lebih baik lagi, seiring dengan perkembangan era 4.0, yang mengharuskan kita untuk melek teknologi dan membiasakan diri menggunakan IT dalam pekerjaan. (JP)

Share this Post: