Berita Itjen

Pengawasan Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 di lingkungan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)

Pengawasan Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 di lingkungan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)

Jakarta (19/3) Pagi tadi (19/3) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan mengadakan vaksinasi covid-19 tahap I bagi seluruh pegawai di lingkungan ANRI. Tercatat sebanyak pegawai 780 orang pegawai ANRI mendapatkan Vaksinasi Covid-19 Tahap I.

Sebagai bentuk dukungan Kemenkes dalam acara tersebut adalah, dengan melakukan mengirimkan tim dari Inspektorat Jenderal, Direktorat Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, untuk melakukan pendampingan dari tahap pra-vaksin hingga pemberian vaksin bagi seluruh pegawai ANRI hingga pelaksanaan kegiatan Vaksinasi selesai. 

Tujuan pengawasan pelaksanaan Vaksinasi ini adalah:

  1. Meyakini vaksin COVID-19 disimpan di cold chain (rantai dingin) sesuai standar;
  2. Memastikan mutu vaksin dalam penyimpanan sesuai standar;
  3. Meyakini penyelenggaraan vaksinasi COVID-19 telah mematuhi protokol kesehatan;
  4. Meyakini semua sasaran vaksinasi mendapatkan layanan vaksinasi sesuai dosis;
  5. Meyakini KIPI pada vaksinasi COVID-19 telah ditindaklanjuti;
  6. Memastikan pelaksanaan vaksinasi tepat sasaran;
  7. Meyakini fasilitas pelayanan kesehatan telah terkoneksi dengan aplikasi P-Care;
  8. Meyakini target output kegiatan vaksinasi COVID-19 tercapai;
  9. Meyakini pelaporan kegiatan vaksinasi COVID-19 melalui aplikasi telah berjalan sesuai ketentuan; dan Memastikan pertanggungjawaban administrasi dan keuangan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Tim Tenaga Kesehatan yang dilibatkan dalam kegiatan Vaksinasi ini adalah dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu, RS Fatmawati, PB IDI, RS Mayapada, RS. Yadika, RS. Tebet, RS UKI serta Tim dari Kementerian Kesehatan.

Acara dibuka secara langsung oleh Plt. Kepala ANRI, DR. M. Taufik, M.SI . Dalam arahannya Plt. Kepala ANRI menyampaikan  apresiasi kepada setiap unsur dalam pelaksanaan vaksinasi covid-19, baik dari jajaran ANRI maupun Kemenkes RI serta seluruh  Tenaga Kesehatan yang terlibat, karena pada hari ini dapat menyelenggarakan vaksinasi di ANRI.

“Sesungguhnya hari ini adalah ikhtiar kita yang diselenggarakan oleh pemerintah yang mewajibkan ASN untuk divaksinasi. Tujuan dari vaksinasi ini untuk memutus mata rantai Covid-19. Mudah-mudahan niat baik kita hari ini menjadikan kita sehat. Namun jangan takabur, setelah vaksinasi tetap menjalankan prokes dan memerhatikan 3M. Waspada!” tutur M. Taufik.

Turut memberikan sambutan, Inspektur Jenderal, Murti Utami, mengatakan bahwa Program vaksinasi tidak menjadikan seseorang 100% kebal dan terbebas total dari COVID-19. Vaksinasi juga tidak serta merta menggantikan implementasi protokol kesehatan.

Sebagai penutup Inspektur Jenderal berpesan kepada seluruh Pegawai di lingkungan ANRI agar tetap selalu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan meskipun telah menjalani vaksinasi. Mari kita dukung jajaran kesehatan dalam melakukan upaya 3T, yaitu Tracing, Testing dan Treatment, untuk meminimalisir penyebaran COVID-19, sekaligus sebagai upaya pemulihan pasien positif COVID-19. Kita tetap harus disiplin menjaga diri, dan bersama-sama merintis terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity di Indonesia. (AAB)

Share this Post: