Berita Itjen

Penyerahan Hasil Telaah Sejawat Inspektorat Jenderal Kemenkes Oleh Inspektorat Jenderal Kemenhub

Penyerahan Hasil Telaah Sejawat Inspektorat Jenderal Kemenkes Oleh Inspektorat Jenderal Kemenhub

Jakarta 4/9, Tim Auditor Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan telah selesai melakukan reviu telaah sejawat ke Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan. Hasil telaah tersebut diserahkan oleh Ir. Kuncoro Supadi Wiguno, MT selaku Pengendali Mutu Inspektorat Jenderal Kementerian perhubungan kepada Inspektur II, Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan, drg. Moh. Nur Nasiruddin, M.Kes. Kegiatan dilaksanakan pada Senin 4 September 2017 di ruang rapat 306, Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan, Lt. 3, Gd. Adhyatma pada pukul 14.00 WIB dan dihadiri oleh Pejabat Struktural Eselon III dan IV beserta para Auditor dilingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan.

Berdasarkan program kerja Komite Telaah Sejawat Asosiasi Auditor Intern Pemerintah (AAIPI) tahun 2017 terkait pelaksanaan telaah sejawat, maka Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selaku Ketua Komite Telaah Sejawat melalui Nomor : ST/AAIPI/TS/2017 tanggal 9 Agustus 2017, menugaskan Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan untuk melaksanakan telaah sejawat pada Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan. Atas dasar penugasan tersebut Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan menerbitkan surat tugas Nomor : 714/I/ITJEN/ST/08/2017 tanggal 21 Agustus 2017 kepada Tim Telaah Sejawat yang terdiri dari:

  1. Ir. Kuncoro Supadi Wiguno, MT sebagai Pengendali Mutu;
  2. Firman, SE, M.Si sebagai Pengendali Teknis;
  3. Ully Rada Putra, ST, ME, C.Fr.A, QIA sebagai Ketua Tim;
  4. Betty Butar Butar, SE, MM sebagai Anggota Tim;
  5. Priadi Jatmiko, S.Kom sebagai Anggota Tim.

Untuk melaksanakan Telaah Sejawat Tahun 2017 pada Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan, pada tanggal 21 Agustus s.d 4 September 2017 bertempat di kantor Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan, Jl. H.R Rasuna Said Blok X-5, Kav. 4-9, Kuningan, Jakarta Selatan.

Kegiatan telaah sejawat ini dilaksanakan dibawah koordinasi dan pengaturan dari Asosiasi Auditor Internal Pemerintah (AAIPI). Yang melatarbelakangi perlunya kegiatan telaah sejawat ini adalah untuk menjaga kualitas hasil audit intern yang dilaksanakan oleh auditor intern pemerintah. Dengan dilakukannya telaah sejawat ini Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan selaku Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) akan mendapatkan saran perbaikan kinerja yang dapat memberikan nilai tambah kepada organisasi, dengan menjamin bahwa audit telah dilaksanakan oleh auditor yang berkompeten dan dilengkapi pedoman kerja yang memadai. Sementara urgensi dilakukannya telaah sejawat diantaranya menjadi benchmark sebagai bukti bahwa APIP telah mengikuti International Best Practices, mengetahui tingkat kesesuaian aktivitas dengan standar yang berlaku, menjamin aktivitas APIP telah mengikuti praktek yang sesuai dengan standar AAIPI, dan sebagai bukti kepada stakeholder tentang kualitas APIP.

          

Ruang lingkup telaah sejawat pada kesesuaian standar dengan elemen-elemen yang meliputi: visi, misi, tugas, dan fungsi, penerapan praktek audit sesuai standar, komposisi pengetahuan dan keterampilan auditor, kertas kerja dan teknik audit yang digunakan, harapan dari stakeholder, nilai tambah yang diberikan audit, proses tata kelola APIP, dan ketaatan pada regulasi. Instrumen penilaian telaah sejawat terdiri dari empat standar meliputi: Prinsip-prinsip Dasar, Standar Umum, Standar Pelaksanaan (Performance Standards), Standar Pelaksanaan Audit Intern, dan Standar Komunikasi.

Terdapat 4 skala penilaian hasil telaah sejawat yaitu:

Pemenuhan Gabungan

Seluruh Kelompok Standar

Predikat

90% - 100%

Sangat Baik

70% - 89%

Baik

50% -69%

Cukup Baik

0% - 49%

Kurang Baik

 

Berdasarkan instrumen penilaian telaah sejawat yang terdiri dari empat standar tersebut, Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan memperoleh nilai sebesar 92,31% (Sangat Baik). Meskipun memeproleh predikat tertinggi namun Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan masih perlu melakukan perbaikan pada instrumen Standar Umum khususnya pada peningkatan Program Pengembangan & Penjaminan Kualitas dan peningkatan Kompetensi Auditor yang nilainya masih sangat minimal dikarenakan terdapat beberapa komponen yang belum bisa dipenuhi antara lain:

Kompetensi Auditor:

Komponen pada instrumen ini yang belum bisa terpenuhi secara maksimal sebagai berikut:

  1. Apakah Kriteria kualifikasi pendidikan formal untuk setiap jenjang auditor dievaluasi secara berkala?

Untuk komponen ini belum bisa dipenuhi karena memang belum dilakukan evaluasi terhadap kualifikasi pendidikan formal untuk setiap jenjang auditor.

  1. Apakah APIP telah menetapkan standar kompetensi auditor?

Pada komponen ini diharapkan Inspektorat Jenderal telah menerbitkan standar kompetensi bagi auditor di lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan. Saat ini standar kompetensi yang digunakan sebagai acuan adalah standar kompetensi yang diterbitkan oleh AAIPI.

Program Pengembangan & Penjaminan Kualitas

Komponen pada instrument ini yang belum bisa terpenuhi secara maksimal sebagai berikut:

  1. Apakah APIP telah melakukan penilaian intern secara berkala terhadap semua aspek kegiatan audit intern?.

Pada komponen ini, Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan telah melakukan penilaian intern secara berkala namun belum dilakukan terhadap semua aspek kegiatan audit intern, artinya baru dilakukan hanya sebagian saja sehingga perlu ditingkatkan.

  1. Apakah terhadap APIP telah dilakukan penilaian ekstern terhadap semua aspek kegiatan audit intern?.

Untuk komponen ini memang belum bisa dipenuhi, karena Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan baru di reviu telaah sejawat oleh AAIPI melalui Kementerian Perhubungan pada tahun 2017.

Diharapkan dengan adanya hasil reviu telaah sejawat terhadap Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan tersebut, dapat dijadikan sebagai dasar perbaikan terhadap kinerja Inspektorat Jenderal dalam mengawal Kementerian Kesehatan untuk semakin lebih baik lagi.

 

Kontributor  : AF dan AR

Share this Post: