Berita Itjen

Peran Strategis Inspektorat Jenderal dalam Kegiatan Survei Penilaian Integritas Tahun 2018 di Lingkungan Kementerian Kesehatan

Peran Strategis Inspektorat Jenderal dalam Kegiatan Survei Penilaian Integritas Tahun 2018  di Lingkungan Kementerian Kesehatan

Jakarta, (22/5) Sosialisasi kegiatan Survei Penilaian Integritas (SPI) tahun 2018 dilaksanakan di gedung merah putih Komisi Pemberantasan Korupsi Jl. Persada Kuningan Jakarta Selatan. Peserta/Instansi yang menjadi lokus kegiatan SPI tahun 2018 ini ada sebanyak 26 (dua puluh enam) Instansi yang terdiri dari 6 (enam) Kementerian/Lembaga ditambah 20 (dua puluh) Pemerintah Provinsi terpilih. drg. Oscar Primadi, MPH selaku Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan pada kesempatan yang sama hadir mewakili Kementerian Kesehatan sebagai salah satu lokus terpilih yang akan dilakukan survei penilaian integritas oleh KPK berkerjasama dengan Badan Pusat Statistik dalam kurun waktu Juli s.d November 2018.

Kegiatan sosialisasi SPI tahun 2018 dibuka langsung oleh Agus Rahardjo Ketua KPK RI yang didampingi oleh Wawan Wardiana Direktur Penelitian dan Pengembangan KPK, dalam sambutannya ketua KPK menjelaskan bahwa tujuan dilaksanakannya SPI di tahun 2018 ini adalah untuk meningkatkan kesadaran bagi masing-masing Instansi terhadap risiko korupsi dan perbaikan sistem anti korupsi. Survei yang dilakukan sifatnya adalah kemitraan, seluruh pihak saling membutuhkan tidak ada yang menjadi superior dan inferior. Pola penilaian dilakukan melalui metode self assessment dilanjutkan dengan penilaian oleh orang lain yang berhubungan dengan layanan yang diberikan ditambah penilaian yang dilakukan oleh pihak ke tiga yang tidak ada hubungan dengan Instansi pemberi layanan tersebut. Ketiga penilaian tersebut nantinya akan digabung agar dapat menghasilkan nilai yang realistis sesuai dengan keadaan di lapangan.

 

Metode pelaksanaan SPI ini adalah metode yang diadopsi dari kegiatan survei yang dilaksanakan oleh Transparancy International (TI) dalam menilai persepsi anti korupsi di masing-masing negera yang menjadi lokus survei. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki nilai positif dalam perbaikan sistem pencegahan dan pemberantasan korupsi. Hal ini terbukti dari ketertinggalan pada era transisi orde baru ke era reformasi di tahun 1999, menurut hasil survei TI Indonesia hanya mendapatkan nilai 17 dari grade penilaian 0 s.d 100, dan masuk ke salah satu negara dengan nilai persepsi anti korupsi terendah di wilayah ASEAN dalam penanganan korupsi. Berbeda dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura yang memiliki nilai persepsi anti korupsi tinggi di tahun itu. Selanjutnya pada penilaian TI di tahun 2017, Indonesia mendapatkan nilai 37 dari grade nilai 0 s.d 100 posisi saat ini Indonesia sudah masuk ke dalam 3 (tiga) besar di tingkat ASEAN dan masih terpaut oleh Malaysia dan Singapura.

Hasil kegiatan SPI ini nantinya dapat menjadi dua manfaat yang penting, pertama hasil survei dapat dijadikan bahan perbaikan Instansi ke depannya dan yang kedua hasil survei akan dipublikasikan ke publik sebagai wujud akuntabilitas Instansi. Kegiatan SPI tahun 2018, menitikberatkan pada peran Inspektorat Jenderal K/L serta Inspektorat Provinsi untuk dapat mengawal dari mulai penentuan lokus Instansi yang akan disurvei sampai dengan tahap pendampingan pelaksanaan survei, hal ini dimaksudkan agar setiap rekomendasi yang keluar dari hasil survei pada masing-masing Intansi dapat ditindak lanjuti dengan pengawalan oleh masing-masing Inspektorat kepada Instansi yang disurvei. Tindak lanjut atas rekomendasi yang dihasilkan dari kegiatan SPI sangatlah penting, karena rekomendasi ini dibuat bersama-sama antara KPK dan BPS dalam rangka peningkatan penerapan sistem pencegahan tindak korupsi di masing-masing Instansi.

Pada pertemuan sosialisasi SPI tahun 2018 ini, dijelaskan secara langsung rangkaian tahapan pelaksanaan SPI tersebut, yaitu mulai dari tahapan sosialisasi dan komitmen kerjasama antara Instansi dan KPK, dilanjutkan dengan penetapan target lokus unit instansi, penjelasan mengenai pengumpulan data pendukung, pelaksanaan survei, FGD, observasi, pengolahan dan analisis data, penetapan indeks, penetapan rekomendasi, sosialisasi hasil SPI tahun 2018 dan terakhir adalah penjelasan bagaimana proses tindak lanjut dari rekomendasi yang dihasilkan dari laporan kegiatan SPI tahun 2018.

 

Kontributor: AR - AF

 

Share this Post: