Berita Itjen

Pra Rakorwas 2018: Peningkatan Pengawasan Intern dalam Menjamin Kualitas Tata Kelola Satuan Kerja yang Baik dan Terlaksananya RB Kemenkes

Pra Rakorwas 2018: Peningkatan Pengawasan Intern dalam Menjamin Kualitas Tata Kelola Satuan Kerja yang Baik dan Terlaksananya RB Kemenkes

Semarang (2/5) Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan mengadakan kegiatan  Rapat Koordinasi Pengawasan  (Rakorwas) tahun 2018 yang diselenggarakan di Balai Pelatihan Kesehatan Semarang dengan tema “Peningkatan Pengawasan Intern dalam Menjamin Kualitas Tata Kelola Satuan Kerja yang Baik dan Terlaksananya Reformasi Birokrasi Kementerian Kesehatan” .

Pelaksanaan kegiatan tersebut diisi dengan berbagai diskusi panel dan diskusi kelompok yang dihadiri oleh narasumber dari Menteri PAN RB, Kepala AAIPI, Kepala BPKP serta Staf Khusus Menteri Kesehatan. Metode pelaksanaan Rapat Koordinasi Pengawasan Tahun 2018 dilakukan dalam 2 tahap, yaitu Pra-Rakorwas dan Rakorwas.

Tujuan diselenggarakannya Rakorwas 2018 adalah: (i) Dihasilkannya rumusan Kerangka Kebijakan Sinkronisasi Program pengawasan Itjen dengan Satker/SPI, (ii) Dihasilkannya rumusan peran Satuan Pemeriksa Internal dan/atau Pengawas Internal Satker dalam pelaksanaan Program Pengawasan yang terintegrasi dengan Program Pengawasan Inspektorat Jenderal, (iii) Diketahuinya rumusan Piagam Audit Internal/Internal Audit Charter (IAC) oleh Pejabat Eselon I dan Pimpinan Satker terpilih. (iv) Dihasilkannya rumusan penguatan peran Satuan Pemeriksa Internal dan/atau Pengawas Internal Satker dalam Pelaksanaan Program Pengawasan Yang Terintegrasi. (v) Disepakatinya Program Pengawasan yang Terintegrasi antara Inspektorat Jenderal dengan Pimpinan Eselon I di lingkungan Unit Eselon I.

 

Rapat koordinasi pengawasan di Semarang kali ini diawali dengan kegiatan Pra-Rakorwas pada tanggal 2 – 3 Mei 2018 yang dihadiri oleh 118 peserta yang terdiri dari pegawai dilingkungan Inspektorat Jenderal Kemenkes serta peserta forum SPI UPT Vertikal Kemenkes. Acara secara resmi dibuka oleh Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan, drg. Oscar Primadi, MPH sekaligus memberikan arahannya. Dalam sambutannya beliau menyampaikan “Dalam rangka Reformasi Birokrasi sudah saatnya memposisikan peran SPI dengan benar, strategi pelaksanaan pengawasan intern yang optimal dengan melakukan koordinasi dengan SPI seluruh satker di lingkungan kemenkes. Upaya penguatan pengawasan harus didukung oleh penguatan pengawasan baik APIP maupun satker sehingga tercipta koordinasi dan sinkronisasi program pengawasan yang lebih baik.” Selanjutnya Staf Khusus Menteri Bidang Tata Kelola Pemerintahan Kemenkes, dr. Yudhi Prayudha Ishak Djuarsa, MPH memaparkan mengenai Penguatan Peran Auditor Internal (Itjen dan SPI) dalam mengawal Reformasi Birokrasi Kementerian Kesehatan. Dalam paparannya, SKM Bidang Tata Kelola Pemerintahan menekankan bahwa APIP harus meningkatkan profesionalitas dan kompetensi diri. Kompetensi APIP harus dicapai dengan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), sertifikasi maupun workshop. Ada Paradigma baru bagi APIP “jaman now” yaitu :

  1. Assurance: APIP sebagai penjamin kualitas
  2. Consulting: APIP bisa melakukan deteksi dini terhadap problem satker dan memberikan solusi terhadap problem tersebut.
  3.  Catalyst: APIP mampu mengidentifikasi dan mencegah KKN.

Melanjutkan rangkaian kegiatan pra-Rakorwas,  Sekretaris Inspektorat Jenderal Heru Arnowo, SH, MM dan Para Inspektur di lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan memberikan paparan kepada seluruh peserta yang hadir.

 

Sekretaris Itjen memaparkan tentang Gambaran Evaluasi Pokja Penguatan Pengawasan dalam Implementasi Reformasi Birokrasi. Kemudian dilanjutkan Inspektur IV yang membahas tentang Implementasi Pengawasan oleh Auditor Internal Itjen dan SPI dalam Penyelenggaraan Tata Kelola Satker yang Akuntabel pada Satker Badan Layanan Umum (BLU) Poltekkes Kemenkes. Lalu Inspektur I memberikan materi tentang Implementasi Pengawasan oleh Auditor Internal Itjen dan SPI dalam Penyelenggaraan Tata Kelola Satker yang Akuntabel pada Satker Badan Layanan Umum (BLU) Rumah Sakit Vertikal Kemenkes. Sebagai penutup rangkaian diskusi panel, Inspektur Investigasi memberikan materi tentang Penanganan Pengaduan Masyarakat Terpadu (Dumasdu) di lingkungan Kementerian Kesehatan.

Harapan Inspektorat Jenderal terhadap Peran SPI kedepannya agar SPI memiliki kompetensi dan kualifikasi yang handal, SPI bisa menjadi Mitra Itjen Kemenkes dalam mendorong peningkatan kinerja dan akuntabilitas pengelolaan keuangan, SPI mampu mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih Kompeten dan Melayani (WBBKM).

 

Selanjutnya, kegiatan pra-Rakorwas dilanjutkan dengan diskusi kelompok untuk merumuskan kebijakan dalam mensinkronkan Program Pengawasan dengan Satuan Kerja di lingkungan Kementerian Kesehatan dalam meningkatkan tata kelola dan pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Diskusi dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok yaitu:

  1. Sinkronisasi Arah Program Pengawasan Inspektorat Jenderal dan Satuan Pengawas Internal (SPI)
  2. Sinkronisasi Penguatan Pengawasan dalam Impementasi Reformasi Birokrasi di Satuan Kerja
  3. Pembahasan Hasil Reviu Piagam Audit Intern/Internal Audit Charter (IAC) Inspektorat Jenderal

 

(Kontributor AAB,LY dan SHE)

Share this Post: