Berita Itjen

Public Hearing Atas Konsep Audit Universe dan Pedoman Perencanaan Audit Berbasis Risiko

Public Hearing Atas Konsep Audit Universe dan Pedoman Perencanaan Audit Berbasis Risiko

Tangerang Selatan, (23/2) bertempat di ruang Garuda 8A ICE-BSD, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengadakan public hearing atas konsep Audit Universe dan pedoman perencanaan audit berbasis risiko. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari AAIPI, BPKP, Kementerian/Lembaga dan Pemprov. Hadir juga bapak Heru Arnowo, SH, MM sebagai  perwakilan dari Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan. Acara ini bertujuan untuk menggalang masukan, kritikan dan penilaian terhadap Pedoman teknis Audit Universe dan perencanaan audit berbasis risiko.

   

Acara dibuka oleh Direktur eksekutif AAIPI Edi Mulia, Ak.,M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa saat ini APIP telah memiliki asosiasi yang diberi nama AAIPI. Meskipun AAIPI masih tergolong masih baru, tetapi telah banyak kegiatan yang dilakukan. Salah satunya adalah penyusunan strategic plan AAIPI dengan meng-hire konsultan dalam jangka menengah dan jangka panjang. Produk-produk yang dihasilkan oleh AAIPI selaku profesi akan di share dalam web AAIPI dan setiap anggota dapat mengakses dan menggunakannya.

Beliau juga menyampaikan bahwa tujuan besar dari kegiatan yang dilakukan AAIPI secara keseluruhan adalah mendorong kapabilitas APIP agar mencapai IACM level 3. Terkait pencapaian IACM level 3 ini dan untuk dapat menjalankan tugas utama Auditor dengan optimal, AAIPI sebagai wadah assosiasi bagi seluruh auditor sektor publik telah merumuskan standar audit internal yang merupakan standar yang wajib dipedomani dan dilaksanakan oleh seluruh auditor internal pemerintah. Standar ini disusun dengan mengacu pada standar profesi auditor internal profesional yang dirumuskan oleh IIA yang dimodifikasi menyesuaikan karakteristik organisasi pemerintahan di Indonesia.

Berdasarkan standar audit intern pemerintah Indonesia yang dipublikasikan oleh AAIP butir standar 3010, dinyatakan bahwa dalam penyusunan rencana audit tahunan berbasis risiko maka harus didasarkan pada evaluasi/ penilaian risiko. dengan ketentuan standar seperti ini maka seluruh unit audit internal pemerintah harus menyusun perencanaan audit tahunannya dengan berbasis pada risiko.

  

Dalam kesempatan tersebut, Direktur PT. Bina Audita Indonesia, Moh. Hassan, Ak, MAFIS, QIA, CRMP, CRMA, CA, CACP selaku konsultan yang di hire oleh AAIPI untuk membantu penyusunan pedoman ini menyampaikan paparan terkait isi dari konsep Audit Universe dan pedoman perencanaan audit berbasis risiko yang telah disusun. Pedoman tersebut terdiri dari 6 bab yakni:

  • Bab I Pendahuluan yang berisi latar belakang, manfaat/tujuan pedoman, ruang lingkup pedoman dan sistematika pedoman.
  • Bab II Perencanaan audit internal tahunan berbasis risiko yang membahas tentang definisi, manfaat/tujuan, sekilas perencanaan audit internal tahunan berbasis risiko dan metode penyusunan perencanaan audit internal tahunan berbasis risiko
  • Bab III Penyusunan dan pemutakhiran Audit Universe yang membahas tentang definisi, tahapan penyusunan Audit Universe, tahapan pemutakhiran Audit Universe dan contoh kasus.
  • Bab IV Perencanaan pengawasan intern tahunan dengan pendekatan maturitas risiko yang membahas tentang definisi, persyaratan penerapan perencanaan pengawasan intern tahunan dengan pendekatan maturitas manajemen risiko organisasi, tahapan perencanaan pengawasan intern berpendekatan maturitas manajemen risiko, contoh kasus perencanaan pengawasan intern tahunan dengan pendekatan maturitas manajemen risiko.
  • Bab V Perencanaan pengawasan intern tahunan dengan pendekatan faktor risiko yang membahas tentang definisi, persyaratan penerapan, tahapan, contoh kasus penerapan
  • Bab VI Penutup

 

Beliau juga menyampaikan agar kegiatan Public hearing ini dapat diperoleh masukan dan tanggapan dari masing-masing K/L yang hadir sehingga tersusun guide line sebagai pedoman untuk digunakan bersama dalam audit universe dan program kerja audit tahunan berbasis risiko.

(Kontributor LS, WA)

Share this Post: