Berita Itjen

Rakerkesnas 2018: Upaya Percepatan Penyelesaian Permasalahan Kesehatan

Rakerkesnas 2018: Upaya Percepatan Penyelesaian Permasalahan Kesehatan

Selasa (6/3) Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Farid Meloek, Sp,M(K) didampingi oleh Gubernur Banten Dr. Wahidin Halim, M.Si membuka acara Rapat Kerja Kesehatan Nasional  2018 yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang, yang diikuti para jajaran Kemenkes RI, 1.850 peserta yang terdiri dari 526 peserta pusat dan 1.274 peserta daerah. Rakerkesnas ini bertujuan untuk menyusun rencana aksi daerah (RAD) baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang dalam pembangunan kesehatan di wilayahnya.

Pada tahun ini Rakerkesnas 2018 mengusung tema “Sinergisme Pusat dan Daerah dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) melalui Percepatan Eliminasi Tuberkulosis, Penurunan Stunting dan Peningkatan Cakupan serta Mutu Imunisasi”. UHC merupakan suatu keadaan di mana setiap orang dapat menerima kebutuhan dasarnya berupa layanan kesehatan, mulai dari upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif demi tercapainya status kesehatan yang lebih baik, tanpa adanya kekhawatiran kesulitan finansial dalam mengaksesnya.

Pada sambutannya Menkes mengungkapkan bahwa upaya mewujudkan UHC memiliki tantangan yang tidak mudah. Bukan hanya melihat pada angka cakupan kepesertaan jaminan kesehatan nasional (JKN) melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang terus mengalami peningkatan. Pada akhir tahun 2014 tercatat kepesertaan sebanyak 133,4 juta jiwa terus meningkat hingga data per 1 Februari 2018 telah mencapai 192.029.645 jiwa. . “Peningkatan kepesertaan di hilir alur sistem pembangunan kesehatan tentu perlu diimbangi dengan kecukupan jumlah dan distribusi fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes), baik di tingkat primer maupun rujukan. Karena itu, penguatan Fasyankes menjadi salah satu komitmen utama pemerintah untuk menjaga kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat”, tambah Menkes.

Rakerkesnas ini merupakan momentum sebagai ajang diskusi isu-isu penting pembangunan kesehatan dibidang kesehatan, sekaligus juga menjadi ruang pembelajaran bagi seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan baik ditngkat pusat maupun daerah. Pada acara ini para peserta dibagi menjadi 7 komisi sesuai dengan daerah Binaan Wilayah di Pemerintah Pusat. dengan pokok bahasan sebagai berikut:

  • Percepatan Eliminasi Tuberculosis dengan pokok bahasan: Missing Cases, Compliance dan MDR-TB.
  • Penurunan Stunting dengan pokok bahasan : Pencegahan dan Intervensi.
  • Peningkatan Cakupan dan Mutu Imunisasi dengan pokok bahasan : Peningkatan Cakupan, Peningkatan Mutu Imunisasi dan Penguatan Surveilans.

Pada hari yang sama (6/3), Menkes mengadakan jumpa pers dengan para jurnalis media massa online maupun cetak. Inspektur Jenderal, drg. Oscar Primadi, MPH, bersama jajaran pejabat Eselon I lainnya turut mendampingi Menkes dalam Jumpa Pers tersebut.

Inspektorat Jenderal sebagai Aparat Pengawas Intern Pusat (APIP) juga berpartisipasi dalam Rakerkesnas 2018. Sebanyak 9 (sembilan) orang auditor ditugaskan untuk menjadi peserta Rakerkesnas dan mengikuti diskusi di komisi – komisi yang telah dibagi. Hal ini sesuai dengan tugas dan fungsi Itjen untuk menyelenggarakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kesehatan, sehingga program – program kerja Kemenkes senantiasa dikawal dari hulu hingga ke hilir agar terhindar dari penyimpangan.

Hasil diskusi tentang upaya percepatan eliminasi TBC, penurunan stunting dan peningkatan cakupan dan mutu imunisasi tercantum dalam RAD masing-masing propinsi. Selanjutnya RAD akan dibahas pada Rapat Koordinasi Teknis dan atau Rakerkesda yang dilaksanakan di daerah paling lambat minggu kedua April 2018 serta monitoring dan evaluasi akan dilakukan pada Rapat Koordinasi Operasional Program.

Penandatanganan MoU

Selain ajang diskusi besar, Rakerkesnas juga dimanfaatkan sebagai momentum yang tepat untuk menjalin kerja sama antara Kementerian Kesehatan bersama mitra kerja dalam bidang kesehatan, dengan di pimpin oleh Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes, Kementerian Kesehatan menandatangani nota kesepakatan guna mendukung pembangunan kesehatan tersebut.

Adapun mitra yang melakukan kerja sama dengan Kemenkes terdiri dari 4 perwakilan dunia usaha dan 2 lembaga non pemerintah, diantaranya adalah:

  1. PT. Media Televisi Indonesia, terkait nota kesepahaman tentang publikasi program kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta kepedulian publik terkait program kesehatan dalam mendukung pencapaian sustainable development goals (SDGs) bidang kesehatan.
  2. PT. Gorry Gourmet Indonesia,   tentang rekomendasi makanan dan minuman sehat dengan aplikasi Gorrywell dalam mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) melalui pemilihan makanan sehat.
  3. PT. Darya Varia Laboratoria, Tbk, , tentang program corporate social responsibility melalui GERMAS dan penurunan stunting dalam mendukung pencapaian SDGs.
  4. PT. Amerta Indah Otsuka, terkait nota kesepahaman tentang program CSR melalui upaya promotif preventif dalam mendukung pencapaian SDGs bidang kesehatan.
  5. Yayasan Wahana Visi Indonesia, terkait nota kesepahaman tentang implementasi program promotif preventif dalam mendukung pencapaian SDGs bidang kesehatan, untuk meningkatkan akses layanan kesehatan ibu dan anak, gizi, kesehatan lingkungan serta pencegahan penyakit menular.
  6. Yayasan Rotary Indonesia D-3420, terkait nota kesepahaman tentang kerja sama dalam bidang kesehatan untuk meningkatkan akses layanan  promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, dalam mendukung tercapainya SDGs bidang kesehatan.

 

Kontributor: JP- RSF

 

 

Share this Post: