Berita Itjen

Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2021

Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2021

Jakarta (14/09) Kementerian Keuangan RI menyelenggarakan Webinar Generasi Keren Peduli APBN dalam rangka Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2021. Tema yang diusung kali ini adalah “Bangkitkan Ekonomi, Pulihkan Negeri, Bersama Hadapi Pandemi”.

Webinar ini dibuka oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dengan turut menghadirkan perwakilan dari Pimpinan Lembaga Tinggi Negara, BPK, Menteri, Kapolri, Jaksa Agung, Gubernur, Bupati, dan Walikota. Rakernas ini juga turut mengundang 5 (lima) Pembicara yang terdiri dari:

  1. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan RI, Febrio Kacaribu, mengenai Terobosan Kebijakan Fiskal di Masa Pandemi untuk Kebangkitan Ekonomi;
  2. Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI, Hadiyanto, mengenai Akuntabilitas PC-PEN: Lesson Learned Tahun 2020 Menuju Tahun 2021;
  3. Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Murti Utami, mengenai Peran Strategis APIP Mengawal Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) untuk Menghadapi Pandemi COVID-19;
  4. Gubernur Bali, Wayan Koster, mengenai Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru; dan
  5. Auditor Utama Keuangan Negara II BPK RI, Laode Nusriadi, mengenai Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dalam Penanganan Pandemi COVID-19 Tahun 2020.

Para Pembicara dimoderatori oleh Ibu Sumiyati selama sesi acara berlangsung selaku Ketua Komja Komite Standar Akuntansi Pemerintah.

Selain menyelenggarakan Rakernas, dalam acara ini Kementerian Keuangan melaunching buku “Mengawal Akuntabilitas PC-PEN Tahun 2020” serta memberikan penghargaan kepada instansi pemerintah yang laporan keuangannya sudah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 5, 10, dan 15 kali berturut-turut sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2020. Kementerian Kesehatan RI termasuk salah satu dari Kementerian Negara/Lembaga yang sudah meraih opini WTP minimal 5 kali berturut-turut sejak tahun 2016.

Sebagai penutup, dalam paparannya Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan menekankan 3 (tiga) poin penting sebagai kesimpulan, yakni:

  1. Kedaruratan Pandemi COVID-19 menimbulkan kebijakan yang berubah, tantangan APIP harus mampu sigap namun tetap menjaga akuntabilitas;
  2. Masa kedaruratan Pandemi COVID-19 memberikan pembelajaran bagi APIP pusat sampai daerah untuk bersinergi dalam kegiatan pengawasan; dan
  3. Penguatan sistem pengendalian intern melalui peningkatan peran SPI dan SKI mendukung pencapaian Tata Kelola Kemenkes yang akuntabel. (GT)

Share this Post: