Berita Itjen

Sosialisasi Pedoman Pengawasan Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19

Sosialisasi Pedoman Pengawasan Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19

Jakarta (11/02) Pelaksanaan vaksinasi yang sedang berlangsung dalam rangka penanggulangan Pandemi COVID-19, diperlukan pengawasan yang melekat agar tujuan dan target serta sasaran vaksinasi tepat, cepat, dan efisien. Sebagai langkah pengawasan tersebut, Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan telah menyusun Pedoman terkait Pengawasan Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19.

Pedoman ini kemudian disosialisasikan kepada seluruh Aparat Pengawas Intern Pemerintah yang ada di Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan. Sosialisasi ini dipimpin oleh Inspektur I, Heri Radison dan dimoderatori oleh Kepala Bagian APTLHP, Hendro Santoso.

Sosialisasi pedoman ini mengundang 2 pembicara dalam menyampaikan informasi terkait pedoman tersebut, yakni Auditor Ahli Madya Pitra Tri Yuli Nurtjahya dan Nona Ambrawati mengenai Pedoman Pengawasan Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 dan penyusunan draft Laporan Hasil Audit atas Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19.

Sasaran dan ruang lingkup pengawasan ini meliputi Kantor Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Pelaksanaannya dimulai pada tanggal 15 sampai dengan 19 Februari 2021. Lokus auditnya adalah 62 Fasyankes yang meliputi Rumah Sakit dan Kantor Kesehatan Pelabuhan di 34 Provinsi, baik dari perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring. Tujuan pengawasan ini adalah:

  1. Meyakini vaksin COVID-19 disimpan di cold chain (rantai dingin) sesuai standar;
  2. Memastikan mutu vaksin dalam penyimpanan sesuai standar;
  3. Meyakini penyelenggaraan vaksinasi COVID-19 di Fasyankes telah mematuhi protokol kesehatan;
  4. Meyakini semua sasaran vaksinasi mendapatkan layanan vaksinasi sesuai dosis;
  5. Meyakini KIPI pada vaksinasi COVID-19 telah ditindaklanjuti;
  6. Memastikan pelaksanaan vaksinasi tepat sasaran;
  7. Meyakini fasilitas pelayanan kesehatan telah terkoneksi dengan aplikasi P-Care dan aplikasi SMILE;
  8. Meyakini target output kegiatan vaksinasi COVID-19 tercapai;
  9. Meyakini pelaporan kegiatan vaksinasi COVID-19 melalui aplikasi telah berjalan sesuai ketentuan; dan

Memastikan pertanggungjawaban administrasi dan keuangan sesuai dengan peraturan yang berlaku. (GT)

Share this Post: