Berita Itjen

Sosialisasi Redesain Sistem Perencanaan dan Penganggaran Bersama Ditjen Anggaran Kemenkeu

Sosialisasi Redesain Sistem Perencanaan dan Penganggaran Bersama Ditjen Anggaran Kemenkeu

Jakarta (09/07) Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan bersama Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Redesain Sistem Perencanaan dan Penganggaran pada hari Kamis, tanggal 9 Juli 2020 kemarin. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Pejabat Fungsional Auditor, Pejabat Pengawas, dan Pejabat Fungsional lainnya di lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan melalui video conference.

Sosialisasi ini mengundang Bapak Dimas Adityo Kusumo, Kepala Seksi Anggaran Bidang Kesehatan II, dan didampingi oleh Bapak Rudi Supriatna Nata Saputra, Kepala Bagian Program dan Informasi Itjen Kemenkes, sebagai moderator.

Latar belakang redesain sistem perencanaan dan penganggaran ini, selain pengelolaan keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang terbit dan pilar penganggaran, juga karena terjadinya reformasi penganggaran yang kemudian dilakukan evaluasi. Evaluasi pelaksanaan reformasi sistem perancanaan dan penganggaran ini adalah:

  1. Program belanja pusat dan daerah saat ini tidak sinkron sehingga capaian kinerjanya tidak optimal;
  2. Program yang digunakan dalam dokumen Perencanaan dan dokumen penganggaran berbeda, sehingga sulit dikonsolidasikan;
  3. Rumusan Nomenklatur Program dan Outcome dari sebuah program tidak terlihat secara langsung (bersifat normatif); dan
  4. Informasi kinerja pembangunan yang tertuang dalam dokumen perencanaan penganggaran sulit dipahami oleh publik.

Tujuan dari redesain ini yaitu: 1)  Mengimplementasikan kebijakan Money Follow Program dan penguatanan penganggaran berbasis kinerja; 2) Meningkatkan konvergensi Program dan Kegiatan antar Kementerian/Lembaga dan mengurangi tumpang tindih; 3) Meningkatkan keselarasan rumusan program, kegiatan, dan informasi kinerja agar mudah dipahami publik; 4) Mendorong Kementerian/Lembaga untuk menerapkan prinsip value for money; dan 5) Meningkatkan integrasi belanja antar Kementerian/Lembaga dan belanja Pusat-Daerah.  

Adapun manfaat dari adanya redesain sistem ini antara lain:

  1. Hubungan logika aktivitas (outuput-outcome) dapat tergambar dengan lebih jelas;
  2. Adanya sinergi antar unit eselon I dalam mencapai output dan  outcome program;
  3. Tidak adanya overlapping  kegiatan dan fokus pada  kegiatan yang mendukung output program, sehingga menghasilkan efisiensi anggaran;
  4. Integrasi IT serta penataan organisasi yang lebih baik;
  5. Secara makro akan terlihat keterkaitan/keselarasan antara: Visi Misi Presiden, Fokus Pembangunan (arahan Presiden), 7 (tujuh) Agenda Pembangunan, dan Tugas Fungsi K/L  dan Daerah; dan
  6. Rumusan nomenklatur baik untuk program/ outcome/ kegiatan/ output mencerminkan “real work (eye catching)”. (GT)

Share this Post: