Berita Itjen

Strategi Bidang Kesehatan Dalam Upaya Percepatan Penanganan Covid 19

Strategi Bidang Kesehatan  Dalam Upaya Percepatan Penanganan Covid 19

Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang memiliki tren Covid 19 yang melandai. Puncak kasus yang kita hadapi usai libur Natal sekitar Januari-Februari lalu diharapkan dapat menurunkan kasus secara sistematis.

Pemerintah secara konsisten dan terukur dan sistematis menggalakan upaya 3 T, menjaga masyarakat untuk tetap melakukan disiplin 3 M, serta menjalankan program vaksinasi Covid 19. Testing yang dilakukan telah mencapai standar yang ditetapkan oleh WHO yaini, 1,32/ 1000 penduduk.

Demikian disampaikan oleh Wakil menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Internal tahun 2021, Kamis(27/5).

Strategi Kemenkes dalam upaya penceghahan Covid 19 adalah dengan melakukan Tracing dengan menggunakan berbagai metode mulai dari PCR hingga rapid test antigen. Sejak awal 2021 pencegahan covid 19 dapat dilakukan melalui rapid tes antigen di daerah dengan akses PCR yang terbatas

Strategi lain dalam pengendalian Covid 19 adalah pemberian vaksinasi kepada masyarakat. Penyuntikan vaksin dilakukan sebagai upaya aktif pemberian kekebalan, sehingga apabila terkena Covid 19 tersebut tidak menjadi sakit atau hanya sakit ringan.

Seperti diketahui pelaksanaan pemberian vaksinasi sudah dimulai sejak awal tahun 2021, dimulai tenaga kesehatan, lansia serta pelayan publik .

“Vaksin yang diberikan aman, evektif sesuai dengan rekomendasi dari itali sertamendapatkan ijin dari BPOM”, tambah bapak Wamenkes dalam paparanya.

Diakhir sambutannya, Wamenkes berharap BPKP dapat melakukan pembimbingan terhadap penyediaan regulasi untuk pelaksanaan dan perencanaan serta mobilisasi Sumber Daya dalam melakukan pemantauan proses kegiatan vaksinasi agar dapat berjalan secara akuntabel, efektif dan efisien.

Dalam kesempatan yang sama Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan, Murti Utami hadir sebagai narasumber menjelaskan bahwa Kemnekes mendapatkan tambahan anggaran untuk menanggulangi penyebaran Covid 19.

“Tambahan anggaran yang besar harus diimbangi dengan kegaitan pengawasan yang sistematis dan terukur”, Jelas Irjen.

Anggaran yang dimiliki oleh Kemenkes memiliki 3 prinsip penganggaran di tahun 2021 sebagai upaya: a) Bergerak cepat melandaikan kurva epidemi; dengan memprioritaskan upaya preventif melalui strategi diagnostik dan vaksinasi; b) Fokus melindungi sistem kesehatan dan SDM kesehatan melalui strategi terapeutik dengan meningkatkan kapasitas rumah sakit, ketersediaan Nakes, Alkes dan Obat; dan c) Mencukupi kebutuhan vaksin nasional, sambil meningkatkan kapabilitas penelitian domestik.

Anggaran yang besar menuntut pula kinerja pengawasan yang  efektif, efisien dan akuntabel, dalam rangka menjalankan tugasnya sebagai APIP maka Itjen Kemenkes telah melakukan kegiatan pengawasan sebagai upaya percepatan penanganan Covid 19, diantaranya adalah: a) Melakukan reviu semua usulan anggaran tambahan untuk penanganan COVID-19 dari setiap unit utama; b) Melakukan pendampingan Pengadaan Reagen Pemeriksaan PCR dan Bahan Rapid Antigen; c) Melakukan pendampingan dan Pengawasan Pengadaan Alat Pelindung Diri (APD); c) Melakukan Pengawasan Pelaksanaan Vaksinasi; d) Melakukan Pengawasan atas pembayaran klaim RS yang melayani pasien Covid-19 melalui Verifikasi Klaim dan Join Audit; dan e) Melakukan Pengawasan/Verifikasi atas pembayaran insentif tenaga Kesehatan. (JP)

Share this Post: