Berita Itjen

Training Silent, Mindful Listening: Mumpuni Hening, Mendengar, dan Berbicara dari Hati

Training Silent, Mindful Listening: Mumpuni Hening, Mendengar, dan Berbicara dari Hati

Bogor (18/12) Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Kampoong Hening, Eco Healing Therapist, mengadakan program pelatihan "Silent, Mindful Listening: Mumpuni Hening, Mendengar, dan Berbicara dari Hati. Slogan program pelatihan ini adalah "Speak only when your words are more beautiful than the silence".

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia di Itjen Kemenkes. Program pelatihan ini dibuka oleh Inspektur Jenderal, Murti Utami dan dihadiri oleh perwakilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, dan Pejabat Pelaksana di lingkungan Itjen Kemenkes. Program pelatihan ini dilaksanakan di Sentul. Bogor selama 3 (tiga) hari, sejak tanggal 18 Desember 2020

Selama pelaksanaannya, pegawai Itjen Kemenkes diajarkan 9 (Sembilan) Mindfulness Skills, yang terdiri dari:

  1. Mindful Breathing: dimana kita diajarkan cara bernafas yang lebih baik dan natural,
  2. Mindful Walking: kita diajak berjalan menikmati alam sekitar dan bersyukur pada setiap makhluk yang ditemui.
  3. Mindful Eating: kita diajarkan cara makan yang nikmat sambil mensyukuri orang-orang dibalik makanan tersebut hingga menjadi makanan yang lezat.
  4. Mindful Speaking: peserta saling sharing pengalaman dan impian.
  5. Mindful Taking in The Good: mengajarkan kita untuk mengingat setiap hal yang positif dan menyenangkan saja.
  6. Mindful Sleeping: mengajarkan kita untuk tidur yang berkualitas tanpa memikirkan hal-hal lainnya.
  7. Mindful Praying: sholat sepenuh cinta dengan menikmati setiap detail doa dan gerakan sholat.
  8. Mindful Listening to Others: dimana kita meningkatkan empati dan ikatan batin kita pada orang-orang di sekitar kita, yang menyayangi kita dan kita sayangi
  9. Mindful Listening to God: berlatih selama 40 hari hingga terjadi keajaiban dalam hidup, pekerjaan, dan keluarga.

Pelatihan ini ditutup dengan pesan dan kesan para peserta serta saran dari pelatih untuk melanjutkan pelatihan mandiri selama 40 hari ke depan, agar dapat direalisasikan selama bekerja dan kehidupan sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup serta kinerja dalam bekerja. (GT)

Share this Post: