Berita Itjen

Workshop Peningkatan Kapabilitas SPI pada Satuan Kerja di Kementerian Kesehatan RI

Workshop Peningkatan Kapabilitas SPI pada Satuan Kerja di Kementerian Kesehatan RI

Jakarta, 20/9. Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kapabilitas Sumber Daya Manusia Satuan Pengawas Internal (SPI) pada Satuan Kerja Badan Layanan Umum (BLU) di Lingkungan Kementerian Kesehatan RI pada tanggal 19 sampai dengan 21 September 2018 di Auditorium Prof. Dr. G.A. Siwabessy Kemenkes.

 

Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan, Heru Arnowo, SH, MM selaku Ketua Panitia melaporkan beberapa hal terkait penyelenggaraan kegiatan ini. Di antaranya adalah jumlah peserta workshop ini sekitar 89 orang yang terdiri dari peserta berasal dari SPI pada Satuan Kerja BLU terpilih di seluruh wilayah Indonesia. Peserta merupakan perwakilan dari Rumah Sakit Vertikal, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan; Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM), dan Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM).

 

Kegiatan ini mengambil tema “Membangun Kompetensi Satuan Pengawas Internal Satker BLU di Era Perubahan Paradigma Pengawasan dalam Rangka Peningkatan Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP)”. Perubahan paradigma pengawasan yang dimaksud adalah SPI selaku APIP tidak lagi mencari-cari kesalahan, tetapi berperan sebagai konsultan, fasilitator dan early warning system (sistem peringatan dini) sehingga penyimpangan dan kesalahan dapat segera terdeteksi dan dihindari.

 

Selanjutnya, Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan, drg. Oscar Primadi, MPH menyampaikan sambutannya dalam acara ini. Irjen mengungkapkan bahwa workshop ini merupakan salah satu tindak lanjut dari kegiatan “Itjen Mendengar” yang telah dilaksanakan pada Rakorwas Itjen tahun 2018 di Semarang. Salah satu rekomendasi yang dihasilkan dari “Itjen Mendengar” adalah peningkatan kapasitas dan pendampingan bagi SPI khususnya di Satker BLU lingkungan Kementerian Kesehatan. “Pelaksanaan kegiatan workshop ini diharapkan tidak hanya menambah wawasan para auditor SPI di lingkungan Satker BLU, namun juga dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilannya dalam setiap pelaksanaan kegiatan pengawasan di lingkungan satuan kerja masing-masing.”, tutur beliau dalam sambutannya.

 

Pelaksanaan workshop ini adalah dengan metode diskusi melalui paparan materi narasumber dari Itjen Kemenkes yang dilanjutkan dengan tanya jawab dari peserta. Bertindak sebagai narasumber pada diskusi panel hari pertama workshop adalah Inspektur I, Inspektur II, Inspektur III, Inspektur IV, Inspektur Investigasi, dan Sekretaris Itjen Kemenkes. Materi yang disampaikan dalam diskusi panel tersebut adalah sebagai berikut:

  • Kebijakan Evaluasi SAKIP dan Permasalahan atas Evaluasi SAKIP Tahun 2017 (Inspektur I)
  • Kebijakan Reviu LK dan Permasalahan atas Reviu LK Tahun 2017 (Inspektur II)
  • Sinkronisasi Pengawasan Intern antara Itjen dan SPI BLU (Inspektur III)
  • Kebijakan dan Permasalahan atas Reviu RKA-K/L Tahun 2017 (Inspektur IV)
  • Peran SPI dalam Penanganan Pengaduan Masyarakat dan Whistle Blowing System (Inspektur Investigasi)
  • Peran SPI dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Reformasi Birokrasi (Sekretaris Itjen)

Kegiatan workshop ini juga dilaksanakan untuk mensosialisasikan Keputusan Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan RI Nomor: HK.02.02/I.4/1293/2018 tentang Prosedur Penilaian dan Penetapan Angka Kredit Auditor Inspektorat Jenderal dan Satuan Kerja Badan Layanan Umum (BLU) di Lingkungan Kementerian Kesehatan RI oleh Ketua Tim Penilai Angka Kredit Jabatan Fungsional Auditor di lingkungan Kementerian Kesehatan RI.  Narasumber Perwakilan dari Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Auditor BPKP hadir untuk mensosialisasikan tata cara penyusunan Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK) yang baik dan benar, sehingga Surat Keputusan Penilaian Angka Kredit (SK PAK) yang bersangkutan dapat terbit tepat waktu dan Angka Kredit yang dipersyaratkan dapat terpenuhi untuk naik pangkat maupun naik jabatan sesuai periodenya.

 

Untuk hari kedua dan ketiga akan dilakukan pendampingan kelompok oleh Fasilitator dari Auditor Itjen Kemenkes terkait teori dan praktek untuk menambah wawasan serta melatih keterampilan peserta dalam melaksanakan kegiatan Reviu Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA?K/L), Reviu Laporan Keuangan, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP), dan juga Manajemen Risiko pada masing-masing Satuan Kerja Badan Layanan Umum di lingkungan Kementerian Kesehatan.

Pejabat Fungsional Auditor bertugas untuk memastikan bahwa proses tata kelola manajemen pada organisasi dapat berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Di samping itu, Auditor harus mampu memberikan jaminan bahwa pelaksanaan program telah memenuhi kriteria efektif, efisien dan ekonomis. Oleh karena itu, auditor Satuan Pengawas Internal dituntut untuk senantiasa mengembangkan kompetensi, meningkatkan wawasan dan kemampuan untuk menunjang pelaksanaan tugas yang sesuai dengan tuntutan organisasi.

Share this Post: