Berita Itjen

Workshop Peningkatan Kapasitas SKI (Satuan Kepatuhan Intern) Angkatan I

Workshop Peningkatan Kapasitas SKI (Satuan Kepatuhan Intern) Angkatan I

Jakarta (30/06) Workshop Peningkatan Kapasitas SKI (Satuan Kepatuhan Intern) di lingkungan Kementerian Kesehatan RI untuk angkatan I telah berlangsung sejak tanggal 29 Juni 2020 selama 2 (dua) hari. Workshop ini dihadiri oleh peserta yang berasal dari satuan kerja (satker) binaan di lingkungan Inspektorat I dan Inspektorat III.

Workshop ini juga menghadirkan 5 (lima) pembicara dari Inspekorat Jenderal Kementerian Kesehatan, yakni:

  1. Dede Mulyadi SKM, M.Kes (Kepala Bagian TU, Hukum, dan Kepegawaian) tentang Tata Kelola SKI
  2. Warseno, S Kom, MM, QRMA (Auditor Ahli Madya) tentang Tata Cara Reviu RKA-K/L (Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga) dan Permasalahannya
  3. Dede Sunardi, SH, MM (Auditor Ahli Madya) tentang Reviu Pengadaan Barang/Jasa
  4. Sri Susilorini, S.Sos, M.Ak, QRMA (Auditor Ahli Madya) tentang Tata Cara Reviu Laporan Keuangan, dan
  5. Nona Ambrawati, SST, MM, CFE (Auditor Ahli Madya) tentang Tata Cara Reviu PIPK (Pengendalian Intern atas Pelaporan Keuangan)

Selain itu, workshop ini juga mengundang 5 pembahas yang terdiri dari: Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan (Heru Arnowo, SH, MM, QCRO), Inspektur I (Edward Harefa, SE, MM, QCRO), Inspektur II (drg. Moh. Nur Nasiruddin, M.Kes), Inspektur III (Heri Radison, SKM, MKM), dan Inspektur IV (Albertus Yudha Poerwadi, SE, M.Si.,CA., CPMA).

Satuan Kepatuhan Internal (SKI) adalah perangkat pada satuan kerja yang ditunjuk atau memiliki tugas untuk membantu Kepala Satker dalam melaksanakan pemantauan tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian intern. SKI dibentuk berdasarkan Permenkes nomor 84 tahun 2019 tentang Tata Kelola Pengawasan Intern di Lingkungan Kementerian Kesehatan.

Salah satu alasan SKI ini dibentuk adalah sebagai satu dari berbagai upaya strategi penguatan pengendalian intern, baik sejak perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan pertanggungjawaban. SKI dibentuk oleh Kepala Satker yang bertugas untuk 1) melaksanakan pemantauan dan evaluasi tata kelola unit kerja serta RB/WBK/WBBM; 2) melaksanakan pemantauan dan evaluasi manajemen risiko; 3) melaksanakan pemantauan dan evaluasi pengendalian intern; dan 4) melaksanakan tugas lain terkait bidang kepatuhan yang diberikan pimpinan.

Manfaat dari pembentukan SKI ini bagi satker adalah untuk mendeteksi permasalahan lebih cepat, sehingga dapat dicegah atau diperbaiki, dan pendampingan setiap saat dalam pengelolaan program dan anggaran. Sedangkan manfaatnya bagi Kementerian Kesehatan adalah agar opini WTP dapat dipertahankan, dan terlaksananya reformasi birokrasi, serta terbentuknya satker dengan predikat WBK/WBBM.

Semoga kedepannya tugas dan fungsi para SKI di masing-masing satuan kerja dapat dilaksanakan secara optimal dan dapat membantu Kementerian Kesehatan sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan pengawasan. (GT)

Share this Post: